Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
Pernahkah kamu merasakan nyeri yang cukup hebat saat menekan perut bagian bawah di sebelah kanan? Atau nyeri tersebut pindah dari perut bagian tengah ke bagian kanan? Jika pernah, jangan diremehkan. Bisa jadi itu gejala usus buntu yang tidak kamu sadari.
Influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama dalam unggahan di akun Instagramnya mengatakan, bahwa kondisi tersebut secara medis dinamakan Apendisitis Apendisitis merupakan kondisi dimana bagian apendiks pada usus mengalami peradangan. Bagian tersebut berbentuk kecil dan terletak di ujung usus berdekatan dengan anus.
Baca juga: Awas, Jarang Cuci Seprai Bisa Menyebabkan Usus Buntu
“Secara medis kondisi ini disebut yang namanya appendicitis yaitu peradangan pada apendiks atau usus buntu. Jadi, kalau kalian tahu organ ini tuh bentuknya kecil seperti kantong. Dia nempel di usus besar bagian kanan bawah,” katanya, dikutip Minggu (14/6/2026).
Ia menjelaskan, walaupun bagian tersebut kecil, namun mengalami peradangan maka kondisi itu bisa berubah menjadi kondisi darurat. Sebab, Apendisitis seringkali menjadi pemicu dari nyeri perut hebat yang membutuhkan operasi beresiko tinggi.Baca juga: 14 Ciri-Ciri Usus Buntu Akut yang Harus Anda Tahu, Salah Satunya Sembelit
“Tapi walaupun kecil, kalau meradang ini bisa jadi kondisi darurat. Dan menurut data penelitian dan berbagai jurnal bedah, apendisitis ini adalah salah satu penyebab paling sering nyeri perut akut yang membutuhkan operasi dengan resiko tertinggi pada usia remaja hingga dewasa muda,” jelas dia.
Gejalanya cukup mudah dikenali. Diantaranya adalah nyeri di bagian ulu hati atau sekitaran pusar. Lalu dalam beberapa jam nyeri tersebut berpindah ke bagian perut sebelah kanan bawah.
“Kita bicara gejalanya, ini cukup khas biasanya. Awalnya itu biasanya nyeri di ulu hati atau di sekitar pusar sini. Lalu dalam beberapa jam itu berpindah ke perut kanan bawah. Terus biasanya nyerinya makin terasa saat jalan, batuk atau ditekan,” tuturnya.
Selain itu, gejala lainnya adalah mual, muntah, nafsu makan berkurang, dan demam yang mendadak. Jika kondisi tersebut sudah parah, biasa perut penderita akan terasa kaku. Kondisi itu disebabkan karena sumbatan pada usus buntu akibat tinja yang keras atau pembengkakan pada jaringan limfoid. “Nah, lalu akibat dari sumbatan ini bakteri ini berkembang biak di dalamnya, di kantong kecil ini. Akhirnya tekanan meningkat lalu terjadilah peradangan,” beber dia.
Jika tidak segera ditangani, usus buntu sendiri bisa pecah dan menyebabkan Perforasi hingga biasanya menyebabkan komplikasi hebat yang berujung pada operasi besar. Hal itu dikarenakan infeksi yang menyebar ke seluruh rongga perut. Sehingga penderita harus ditangani secepat mungkin.
“Kalau untuk terapinya, penanganan utama adalah operasi pengangkatan usus buntu atau apendektomi atau bisa juga dilakukan dengan operasi terbuka dan bisa juga sekarang laparoskopi yang lebih minimal invasif,” pungkas dia.










