Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Penyakit campak sedang menyebar luas di Indonesia. Infeksi saluran napas ini mudah sekali menular dari satu orang ke orang lain, bahkan disebut lebih agresif daripada Covid-19.
Dokter Spesialis Anak dr Kristian Wongso, Sp.A, memberikan buktinya. Menurutnya, pada kasus Covid-19, satu orang yang positif bisa menyebarkan virus ke 3-4 orang di sekitarnya. Tapi, pada campak lebih banyak lagi.
"Kalau campak, dari satu orang yang positif campak, dia bisa menyebarkan ke 18 orang di sekitarnya," kata dr Kristian, dikutip dari konten edukasi Mayapada Hospital, Kamis (5/3/2026).
"Jadi, bahkan Covid-19 pun kalah (agresif)," tegasnya.
Di kesempatan yang sama, dr Kristian menjelaskan bagaimana proses penularan virus campak di antara kelompok anak.
Menjadi catatan penting, infeksi campak menular melalui udara, bisa karena percikan batuk atau bersin. Disampaikan dr Kristian, kebanyakan anak-anak itu kalau batuk sembarangan, dia bisa saja memeperkan droplet batuknya di sembarang tempat.
Nah, dari droplet itu, ketika disentuh anak lain, lalu menggaruk hidung, virus bisa masuk dan mulai menginfeksi.
"Anak dengan campak itu umumnya akan disertai gejala batuk-pilek. Kalau anak-anak itu kan ketika dia batuk, dia meper di mana, lalu teman-temannya pegang hidung," jelas dr Kristian.
Karena itu juga, para ahli kesehatan selalu mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar melakukan isolasi mandiri jika terkonfirmasi campak. Sebab, penularan virusnya begitu agresif.
Selain isolasi mandiri, pemeriksaan ke dokter juga sangat dianjurkan. Hal ini untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus mencegah keparahan penyakit akibat campak.
Ya, penyakit campak bisa menjadi sakit berat, seperti sesak napas akibat radang paru (pneumonia), kejang akibat radang otak (ensefalitis), dehidrasi akibat diare berat, kerusakan otak progresif seperti panensefalitis sklerosis subakut, hingga kematian.
Sangat disarankan bagi orang tua yang belum memberikan vaksin MR ke anaknya, agar sesegera mungkin memberikannya sesuai jadwal. Vaksin MR diberikan pada bayi berusia 9 bulan, 18 bulan, dan anak kelas 1 SD.










