Campak Mewabah di Indonesia, 572 Kasus Terkonfirmasi!
JAKARTA, iNews.id - Penyakit campak mewabah di Indonesia. Hingga 23 Februari 2026, tercatat 572 kasus campak terkonfirmasi dari total 8.224 kasus suspek yang dilaporkan sejak 1 Januari 2026.
Pada periode yang sama, tercatat 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak di 17 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi. Dari jumlah tersebut, 13 KLB di 6 provinsi telah terkonfirmasi secara laboratorium.
Lima provinsi dengan KLB campak terbanyak antara lain Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Andi Saguni, mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi. Satu orang penderita dapat menularkan virus ke 18 orang di sekitarnya melalui percikan batuk atau bersin.
"Karena itu, setiap peningkatan kasus harus direspons dengan cepat melalui surveilans yang kuat dan pelaporan yang tepat waktu," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026).
MNC University Gandeng RS EMC Grha Kedoya Gelar Pelatihan First Aid untuk Sivitas Akademika
Untuk mengatasi masalah ini, Kemenkes menegaskan bahwa campak termasuk penyakit yang dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi. Vaksin campak-rubella (MR) menjadi langkah utama untuk membentuk kekebalan individu sekaligus menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).
Orang tua diimbau segera mengecek status imunisasi anak. Pastikan anak mendapatkan imunisasi MR lengkap pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat duduk di kelas 1 SD.
Selain imunisasi, upaya pencegahan lain juga tak kalah penting. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam disertai ruam merah, sebagai gejala khas campak.
Deteksi dini dapat mencegah komplikasi serius seperti radang paru-paru, radang otak, hingga dehidrasi berat.
Kemenkes juga mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah maupun sekolah. Anak yang sakit sebaiknya menggunakan masker, rajin mencuci tangan, serta membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan lebih luas.










