Rial Iran Jatuh ke Level Terendah, 1 Dolar AS Setara 2,5 Juta

Rial Iran Jatuh ke Level Terendah, 1 Dolar AS Setara 2,5 Juta

Ekonomi | sindonews | Selasa, 29 September 2026 - 21:18
share

Nilai tukar rial Iran jatuh ke rekor terendah baru pada Selasa, dengan pedagang di Teheran menukarkan lebih dari 2,5 juta rial untuk 1 dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap perekonomian Iran ketika perang di Timur Tengah terus berlangsung.

"Para mediator dijadwalkan kembali menyampaikan persoalan ini kepada pihak Amerika, setelah itu tanggapan final AS akan disampaikan kepada kami," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada media Iran, seperti dikutip dari AP, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga:Rudal Jelajah Iran Hantam Kapal AS, 8 Marinir Terluka

Penurunan terbaru itu terjadi hanya 27 hari setelah rial menembus level 2,2 juta per dolar AS pada 2 September. Mata uang Iran berulang kali mencetak rekor terendah sejak perang dimulai pada Februari, yang menunjukkan semakin beratnya tekanan terhadap perekonomian negara tersebut.

Pelemahan rial berlangsung ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz mulai meningkat. Araghchi mengatakan perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat menjadi lebih serius, dengan pembukaan jalur strategis tersebut sebagai fokus utama pembahasan.

Araghchi mengatakan dirinya telah bertemu dengan mediator dari Pakistan dan Qatar setelah menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Menurut dia, mediator Qatar akan kembali menyampaikan posisi Iran kepada pejabat AS dan membawa tanggapan Washington ke Teheran.Pejabat AS dan negara-negara di kawasan juga mengonfirmasi kepada AP bahwa para mediator sedang membantu Iran dan AS merumuskan kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Jalur perairan tersebut merupakan rute strategis bagi lalu lintas pelayaran dan perdagangan energi dunia.

Baca Juga:Minyak Iran Bakal Habis dalam 2 Minggu, Menkeu AS: Mereka Tak Punya Apa-apa Lagi

Upaya mediasi berlangsung setelah Presiden AS Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Sebagai imbalannya, Iran meminta Amerika Serikat mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran, membebaskan aset Iran yang dibekukan, serta memberikan pengecualian terhadap sanksi yang mempengaruhi penjualan minyak Iran.

Di tengah proses diplomasi, Korps Garda Revolusi Islam Iran melalui juru bicaranya, Jenderal Hossein Mohebbi, menyerukan kepada warga AS agar menekan pemerintah mereka untuk mengakhiri perang. Pemerintahan Trump, di sisi lain, tetap menyatakan tekanan militer dan ekonomi akan mendorong Teheran menghentikan konflik karena perekonomian Iran dinilai tidak mampu menopang perang dalam waktu lama.

Topik Menarik