AS Sita Minyak Iran Senilai Rp10 Triliun, Hukum Kuno Rampasan Perang Disorot
Bulu tangkis kembali menyumbangkan medali emas untuk Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Setelah tim beregu putra lebih dulu merebut emas, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menambah koleksi emas Merah Putih dari nomor ganda putra individual. Leo/Daniel mengalahkan pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang dengan skor 19-21, 21-13, 21-18 pada final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Selasa (29/9/2026).
Gelar tersebut sekaligus membuat Leo/Daniel mengawinkan dua emas di Asian Games 2026. Sebelumnya, mereka menjadi bagian dari tim beregu putra Indonesia yang menundukkan China 3-2 pada final. Kemenangan di nomor individual juga menjadi emas ketiga Indonesia di Asian Games 2026, setelah emas pertama dari beregu putra bulu tangkis dan emas kedua melalui Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi.
Kemenangan Leo/Daniel juga menambah panjang daftar pebulu tangkis Indonesia yang pernah menjadi juara Asian Games. Sejak bulu tangkis pertama kali dipertandingkan pada Asian Games 1962 di Jakarta, Indonesia telah mengoleksi sejumlah gelar dari nomor tunggal, ganda, campuran, hingga beregu. Pada edisi perdana tersebut, Indonesia bahkan meraih lima dari enam emas yang tersedia.
Setelah era awal yang ditandai nama-nama seperti Tan Joe Hok, Minarni, Tjun Tjun/Johan Wahjudi, Liem Swie King, Christian Hadinata hingga Icuk Sugiarto, tradisi emas Indonesia berlanjut melalui generasi berikutnya. Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Taufik Hidayat, Markis Kido/Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Jonatan Christie, serta Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo turut mencatatkan nama sebagai juara Asian Games.
Indonesia sempat tanpa medali bulu tangkis pada Asian Games Hangzhou 2022. Namun, kebangkitan pada Aichi-Nagoya 2026 membawa dua emas dari bulu tangkis, masing-masing melalui beregu putra dan ganda putra individual. Bagi Leo/Daniel, keberhasilan ini juga menegaskan posisi mereka sebagai salah satu pasangan penting dalam perjalanan Indonesia di Asian Games 2026 setelah sebelumnya turut menjadi penentu kemenangan pada nomor beregu putra.
- Asian Games 1962 Jakarta — Tan Joe Hok (tunggal putra), Minarni (tunggal putri), Minarni/Retno Kustijah (ganda putri), beregu putra, dan beregu putri.- Asian Games 1966 Bangkok — Ang Tjin Siang (tunggal putra) dan Minarni/Retno Kustijah (ganda putri).- Asian Games 1970 Bangkok — Beregu putra.- Asian Games 1974 Teheran — Tjun Tjun/Johan Wahjudi (ganda putra) dan Regina Masli/Christian Hadinata (ganda campuran).- Asian Games 1978 Bangkok — Liem Swie King (tunggal putra), Christian Hadinata/Ade Chandra (ganda putra), Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna (ganda putri), dan beregu putra.- Asian Games 1982 New Delhi — Christian Hadinata/Icuk Sugiarto (ganda putra) dan Ivana Lie/Christian Hadinata (ganda campuran).- Asian Games 1994 Hiroshima — Hariyanto Arbi (tunggal putra), Ricky Subagja/Rexy Mainaky (ganda putra), dan beregu putra.- Asian Games 1998 Bangkok — Ricky Subagja/Rexy Mainaky (ganda putra) dan beregu putra.- Asian Games 2002 Busan — Taufik Hidayat (tunggal putra).- Asian Games 2006 Doha — Taufik Hidayat (tunggal putra).- Asian Games 2010 Guangzhou — Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda putra).- Asian Games 2014 Incheon — Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra) dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri).- Asian Games 2018 Jakarta-Palembang — Jonatan Christie (tunggal putra) dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra).- Asian Games 2022 Hangzhou — Indonesia tidak meraih medali emas dari bulu tangkis.- Asian Games 2026 Aichi-Nagoya — Beregu putra Indonesia dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (ganda putra).










