Komitmen Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, HGII Raih Best Infrastructures Sector

Komitmen Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, HGII Raih Best Infrastructures Sector

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 25 September 2026 - 19:55
share

PT Hero Global Investment Tbk (HGII), perusahaan publik yang bergerak di sektor energi baru terbarukan (EBT), meraih penghargaan Best Infrastructures Sector - IDX Development Board dalam ajang EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026 yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Mengusung tema “Connecting Leaders, Championing Growth” dan semangat “A Decade of Leadership”, penghargaan ini menjangkau emiten dari berbagai sektor dan papan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun ini, sebanyak 48 emiten dari 12 sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpilih sebagai penerima penghargaan.

Best Infrastructures Sector merupakan penghargaan sektoral yang diberikan kepada emiten yang dinilai memiliki kinerja dan fundamental yang kuat di sektor infrastruktur. Penilaian dilakukan melalui analisis fundamental dan evaluasi kepatuhan emiten dalam satu tahun terakhir, dengan membandingkan perusahaan secara apple-to-apple berdasarkan sektor dan papan pencatatan.

Baca Juga: HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034

Hasil metodologi penjurian, analisis diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk laporan Pasardana. HGII menerima hasil penilaian dari Dewan Juri berdasarkan 5 (lima) indikator utama, yaitu performa keuangan dan valuasi, kontribusi dividen, kepercayaan investor institusi, porsi saham publik (free float), serta reputasi dan kepatuhan perusahaan. Aspek fundamental antara lain melihat pertumbuhan aset, ekuitas, penjualan dan laba, serta berbagai rasio keuangan seperti profitabilitas, likuiditas, struktur utang dan valuasi. Sementara aspek kepatuhan mencakup rekam jejak tata kelola dan kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal.

HGII mendapatkan nilai tertinggi (5 dari skala 5) untuk 3 (tiga) aspek yaitu public shares, kontribusi dividen dan reputasi. Proses penjurian dikawal oleh Dr. Yohanis Hans Kwee, Nicky Hogan, dan Edhi A. Pranasidi.

Menurut penyelenggara, metodologi tersebut dirancang untuk memberikan level playing field bagi emiten dengan membandingkan perusahaan berdasarkan sektor dan papan pencatatan yang sama. Sejak HGII mencatatkan saham di BEI pada Januari 2025, HGII terus memperkuat bisnis energi terbarukan melalui pengembangan kapasitas pembangkit dan kemitraan strategis.

Kini HGII mengelola total kapasitas 19 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas terkontrak hingga 100 MW pada 2031, dengan pengembangan portofolio yang mencakup PLTM, PLTA, PLTS, PLTBg, dan PLTBm.Baca Juga: Prabowo Resmi Luncurkan Proyek PLTS Kapasitas 100 GWp di Bali

Sejalan dengan pengembangan bisnis tersebut, HGII juga memperkuat posisinya di ekosistem pasar modal berkelanjutan. Pada Agustus 2026, HGII merupakan satu diantara hanya 3 (tiga) emiten yang memperoleh label saham hijau atau IDX Green Equity Designation dari Bursa Efek Indonesia.

Sebelumnya, HGII meraih Anugerah Khusus Kategori Sustainability dalam IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2026 atas inovasi bertajuk “Dari Bisnis Hijau Menuju Pasar Modal Hijau”. Direktur Utama HGII, Robin Sunyoto mengatakan, beberapa pengakuan ini merupakan apresiasi dari para pemangku kepentingan independen.

“Kami bersyukur dan memaknainya sebagai apresiasi terhadap perjalanan HGII dalam membangun bisnis energi terbarukan dan memperkuat fundamental Perseroan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kinerja, tata kelola, serta mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan secara berkelanjutan,” ucap Robin.

Dengan target kapasitas terkontrak hingga 100 MW pada 2031, HGII akan melanjutkan pengembangan portofolio energi terbarukan sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan energi bersih di Indonesia.

Topik Menarik