Rupiah Diramal Tembus Rp18.200 Pekan Depan, Ini Biang Keroknya
Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih tertekan dan berpotensi melemah hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan pekan depan, 26–30 Oktober 2026. Tekanan tersebut dipicu penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang berlangsung bersamaan dengan lonjakan harga minyak mentah dunia.
"Kalau dilihat dari indeks dolar yang menguat, kemudian harga minyak mentah yang menguat, sehingga rupiah melemah dan kemungkinan pada minggu depan Rp18.200 per dolar AS," kata analis mata uang dan komoditas sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Minggu (25/10/2026).
Baca Juga:Bentengi Kurs Rupiah dari Derasnya Capital Outflow, BI Sudah Borong SBN hingga Rp135 Triliun
Survei Ipsos: 71 Persen Publik Ingin Bank Digital Praktis dan Cepat, Bukan Sekadar Bisa Transaksi
Ibrahim memperkirakan indeks dolar AS akan bergerak dinamis pada rentang 100,90 hingga 103,10 pada pekan depan. Menurutnya, dolar AS masih memiliki ruang untuk menguji batas atas rentang tersebut, sehingga tekanan terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah berpotensi berlanjut. "Artinya bahwa di minggu terakhir Oktober kemungkinan indeks dolar ini masih akan terus menguat menuju level 103,10," tambah Ibrahim.
Pada perdagangan Jumat (23/10/2026), rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,11 persen secara harian ke posisi Rp18.080 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg. Secara sepekan, rupiah spot terkoreksi 0,29 persen dari level Rp18.027 per dolar AS pada penutupan Jumat (16/10/2026).Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mencatat rupiah melemah 0,12 persen secara harian menjadi Rp18.069 per dolar AS pada Jumat (23/10/2026). Dalam kurun sepekan, kurs Jisdor menyusut 0,9 persen dari posisi Rp18.052 per dolar AS pada pekan sebelumnya.
Kombinasi penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah dinilai dapat memperbesar tekanan terhadap rupiah karena berdampak pada ekspektasi pasar global. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi biaya impor energi serta ekspektasi arus modal ke pasar keuangan domestik.
Baca Juga:Rupiah Terjebak di Rp18.000 per Dolar AS Dihantam Guncangan Ganda Dalam Negeri
Dengan demikian, pelaku pasar diproyeksikan tetap memantau pergerakan indeks dolar AS, harga minyak dunia, dan arus dana asing sebagai penentu arah rupiah pada pekan terakhir Oktober 2026. Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.250 per dolar AS sepanjang pekan depan.










