Wall Street Dibuka Menguat, Sentimen AI Redam Kekhawatiran Harga Minyak dan Yield Obligasi
IDXChannel - Wall Street dibuka menguat tipis pada perdagangan Jumat (25/9/2026), didukung optimisme terhadap prospek kecerdasan buatan (AI) yang membantu meredam kekhawatiran investor terhadap kenaikan harga minyak dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Pada pukul 09.59 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 226,73 poin atau 0,44 persen menjadi 51.576,71. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 22,49 poin atau 0,29 persen ke 7.726,62 dan Nasdaq Composite naik 109,38 poin atau 0,41 persen menjadi 27.048,75.
Saham Microsoft melonjak 3 persen dan menjadi kontributor terbesar bagi kenaikan S&P 500 setelah perusahaan tersebut memperkenalkan sejumlah kemampuan baru dalam aplikasi Copilot, termasuk perangkat untuk pemrograman serta agen AI yang dapat bekerja secara berkelanjutan.
Saham produsen cip juga menguat. Micron Technology dan Marvell Technology masing-masing naik sekitar 1 persen, sedangkan Nvidia bergerak sedikit lebih tinggi. Sektor teknologi S&P 500 naik sekitar 1 persen dan menjadi sektor dengan kinerja terbaik sepanjang pekan ini.
“Jumlah uang yang dialirkan ke perekonomian dari investasi AI sangat besar, dan kita bahkan belum melihat dampak produktivitasnya,” kata Managing Partner Harris Financial Group, Jamie Harris dikutip dari Reuters.
Optimisme terhadap AI menjadi salah satu pendorong utama pasar sepanjang pekan ini. Perkembangan produk Meta Platforms, termasuk Muse dan perangkat terintegrasi Charm, turut menarik perhatian konsumen muda. Namun, saham Meta terkoreksi 2,8 persen setelah sempat menguat pada awal pekan.
Sentimen pasar juga mendapat dorongan dari laporan bahwa negosiator AS dan Iran masih menjajaki kesepakatan bertahap untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Salah satu opsi yang dibahas mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Teheran dan pencabutan blokade ekonomi oleh Washington.
Namun, kenaikan pasar masih tertahan oleh kekhawatiran inflasi akibat konflik Iran dan Ukraina yang berkepanjangan serta tingginya utang pemerintah. Harga minyak mentah Brent bertahan di atas USD100 per barel, sedangkan yield Treasury AS bertenor 10 tahun berada di level 5,1 persen. Pasar kini memperkirakan peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada Oktober mencapai 64 persen, naik dari sekitar 50 persen pada awal pekan.
Di sisi lain, saham Akamai Technologies melonjak 8 persen setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan layanan komputasi awan senilai USD11,6 miliar dengan perusahaan AI Anthropic. Saham People juga naik 8 persen setelah muncul laporan bahwa MGM Resorts International tengah mempertimbangkan penawaran untuk perusahaan layanan daring tersebut.
Sebanyak delapan dari 11 sektor di S&P 500 melemah dan diimbangi kenaikan sektor teknologi. S&P 500 dan Nasdaq juga berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan.
(Rahmat Fiansyah)









