Hartanya Susut Rp1.144 Triliun, Raja Fesyen Mewah Bernard Arnault Terlempar dari 10 Orang Terkaya Dunia

Hartanya Susut Rp1.144 Triliun, Raja Fesyen Mewah Bernard Arnault Terlempar dari 10 Orang Terkaya Dunia

Ekonomi | sindonews | Minggu, 13 September 2026 - 09:00
share

Pendiri LVMH Bernard Arnault terlempar dari daftar 10 orang terkaya dunia setelah kekayaannya turun menjadi USD143 miliar atau setara Rp2.517 triliun di tengah tekanan terhadap bisnis barang mewah dan perlambatan permintaan di sejumlah pasar utama. Penurunan tersebut membuat Arnault berada di bawah Warren Buffett dalam Bloomberg Billionaires Index dan mengakhiri dominasi tujuh tahun Arnault dalam jajaran 10 besar orang terkaya dunia.

"Penurunan kekayaan Arnault menjadi USD143 miliar membuat pendiri LVMH berada di bawah Warren Buffett," demikian laporan Bloomberg Billionaires Index dikutip pada Minggu (13/9/2026).

Baca Juga:Kekayaan 3.795 Miliarder Dunia Capai Rp264.325 Triliun, Setara 1.154 Kali Anggaran MBG

Arnault yang berusia 77 tahun tercatat kehilangan USD65 miliar atau setara Rp1.144 triliun sejak awal tahun, menjadi penurunan kekayaan terbesar di antara 500 orang terkaya dalam indeks tersebut. Tekanan terutama berasal dari kinerja bisnis LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton SE yang menghadapi pelemahan permintaan produk mewah di sejumlah pasar.

Konflik di Timur Tengah turut menekan bisnis LVMH, terutama akibat berkurangnya permintaan di pusat belanja seperti Dubai. Kondisi tersebut memengaruhi berbagai merek yang berada di bawah LVMH, antara lain Dior, Louis Vuitton, Tiffany, serta produk minuman premium seperti sampanye Dom Perignon dan Hennessy.China, yang merupakan salah satu pasar penting bagi industri barang mewah, juga menjadi tantangan bagi perusahaan. LVMH menghadapi hambatan terkait persaingan dan sengketa merek dengan produsen teh lokal yang disebut turut berdampak terhadap penjualan.

Saham LVMH tercatat naik 0,5 pada awal perdagangan di Paris, Jumat. Sehari sebelumnya, LVMH sempat kehilangan posisi sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Prancis setelah sementara dilampaui L'Oreal.

Penurunan kekayaan Arnault berbanding terbalik dengan kinerja pasar saham Amerika Serikat. Indeks S&P 500 telah menguat sekitar 11 sepanjang tahun, ditopang terutama oleh perusahaan teknologi yang memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan terkait kecerdasan buatan (AI), sehingga seluruh posisi 10 orang terkaya dunia untuk pertama kalinya sejak indeks tersebut diluncurkan pada 2012 kini ditempati warga AS.

Baca Juga:Media AS: Keluarga Terkaya di Indonesia Pindahkan Lebih dari Rp17,6 Triliun ke Luar Negeri

Arnault sebelumnya masuk daftar 10 orang terkaya sejak 22 Maret 2017 dan sempat menjadi orang terkaya nomor satu dunia pada akhir 2022. Namun, setelah mencatat rekor pada April 2023, saham LVMH menghadapi tekanan akibat lemahnya permintaan di China, ketidakpastian tarif AS, serta penurunan konsumsi minuman beralkohol di sejumlah pasar.

Selain tekanan bisnis, isu suksesi juga menjadi perhatian di LVMH. Kelima anak Arnault dari dua pernikahannya bekerja di perusahaan tersebut, dan untuk pertama kalinya mereka tampil bersama dalam rapat pemegang saham pada April, ketika Arnault belum memberikan kepastian mengenai siapa yang akan menggantikannya sebagai chief executive officer.

Topik Menarik