Reputasi dan Keterikatan Karyawan Jadi Aset Strategis Keberlanjutan Usaha

Reputasi dan Keterikatan Karyawan Jadi Aset Strategis Keberlanjutan Usaha

Ekonomi | sindonews | Minggu, 13 September 2026 - 09:48
share

Reputasi perusahaan dan keterikatan karyawan (employee engagement) dinilai semakin menjadi aset strategis dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan ekspektasi pelanggan, investor, dan tenaga kerja. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk tidak hanya mengejar kinerja finansial, tetapi juga membangun kepercayaan, kredibilitas, dan lingkungan kerja yang mampu mempertahankan talenta.

"Dulu mungkin pelanggan kita cukup bertanya apakah produk yang dihasilkan sudah bagus atau belum. Namun sekarang mereka juga bertanya apakah perusahaan ini bisa dipercaya atau tidak," ujar Group Chief Editor SWA, Kemal Effendi Gani dalam ajang Indonesia Most Reputable Companies 2026, di Jakarta, baru-baru ini.

Baca Juga:Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo

Kemal mengatakan perubahan ekspektasi juga terjadi di kalangan investor yang kini tidak hanya mempertimbangkan tingkat pengembalian investasi, tetapi turut melihat kualitas tata kelola perusahaan. Di sisi lain, karyawan semakin mempertimbangkan makna pekerjaan, kesempatan menyampaikan pendapat, pengembangan diri, dan rasa bangga terhadap organisasi dalam membangun hubungan kerja jangka panjang.

Menurut dia, kemampuan perusahaan menjawab berbagai ekspektasi tersebut akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan usaha. Reputasi perusahaan dalam program Indonesia Most Reputable Companies 2026 dinilai melalui survei pelanggan berdasarkan aspek produk dan layanan, kredibilitas perusahaan, nilai dan program, serta hubungan dengan pelanggan dan pemangku kepentingan, sedangkan employee engagement diukur melalui survei internal karyawan.

Salah satu penerima penghargaan, PT Supra Primatama Nusantara (Biznet), menilai kepercayaan pelanggan menjadi fondasi penting dalam pengembangan bisnis. Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo mengatakan peningkatan kebutuhan konektivitas membuat pelanggan tidak hanya mencari akses internet, tetapi juga kualitas layanan yang konsisten, yang didukung investasi perusahaan pada infrastruktur dan inovasi.Biznet kini menjangkau lebih dari 200 kota di Indonesia dengan lebih dari tiga juta homepass. Sementara itu, Business Consultant dan Business School Faculty Member Prasetiya Mulya Istijanto menilai reputasi perusahaan perlu dibangun dengan menjaga keseimbangan kepentingan internal dan eksternal, termasuk antara orientasi terhadap profit, people, dan planet.

“Jika saya simpulkan dalam satu kata yang mewakili upaya membangun reputasi perusahaan, jawabannya adalah keseimbangan. Reputasi perusahaan perlu dibangun dengan mempertimbangkan keseimbangan semua aspek,” kata Istijanto.

Baca Juga:Wajib Disiapkan! Ini Isi Tas Siaga Bencana untuk Keluarga

Dalam ajang tersebut, peraih Indonesia Most Reputable Companies 2026 antara lain PT Lion Super Indo, KMN EyeCare, PT Kereta Api Indonesia (Persero), RS Awal Bros Group, PT Asuransi BRI Life, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT BCA Finance, Biznet, PT Taspen (Persero), PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), PT Mandiri Tunas Finance, PT Bio Farma (Persero), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), IndiHome, PT AXA Insurance Indonesia, dan PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto).

Sementara itu, peraih Indonesia Most Reputable Companies Champions 2026 meliputi PT Lion Super Indo, JBA Indonesia, Mercier Corp, PT Asuransi BRI Life, PT Bio Farma (Persero), PT BNI Sekuritas, dan PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto), sedangkan Indonesia Best Employee Engagement 2026 diraih PT Tangkas Cipta Optimal (TACO Group), Garudafood Group, PT Kutus Kutus Herbal Sanga Sanga Group, PT Acer Indonesia, PT Sun Life Financial Indonesia, PT Erajaya Swasembada Tbk, Indonesia Financial Group (IFG), dan PT Mandiri Utama Finance.

Topik Menarik