BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya

BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya

Ekonomi | sindonews | Minggu, 31 Mei 2026 - 12:22
share

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengakui saat ini sejumlah negara mulai menahan penjualan minyak mentah untuk ekspor. Kondisi ini membuat pasokan minyak mentah dunia mengalami hambatan.

Pemerintah resmi membuka keran impor minyak mentah (crude), bahan bakar minyak (BBM) jadi, hingga liquefied petroleum gas (LPG) melalui Badan Layanan Umum (BLU) di bidang energi. Langkah strategis ini menyusul terbitnya payung hukum baru berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, BBM, dan/atau LPG untuk Ketahanan Energi Nasional.

Selain mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah berjalan selama ini, regulasi teranyar tersebut turut memberikan ruang bagi institusi non-BUMN. Yuliot mengatakan, untuk memenuhi konsumsi dalam negeri Pemerintah siap melakukan pembelian minyak mentah dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan harga yang sesuai dengan acuan Indonesia Crude Price (ICP). Sehingga punya penawaran harga yang kompetitif dibanding perusahaan K3S melakukan ekspor.

Baca Juga: Bangun Storage LNG di Serangan, Negara Setiap Tahun Bisa Hemat Rp8,4 Triliun"Jadi kalau ada komitmen ekspor yang dari perusahaan K3S itu, bisa dipasarkan di dalam negeri dan harganya sesuai dengan harga ICP. Jadi ini tidak merugikan perusahaan K3S sendiri," ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (29/5).

Diterangkan lebih lanjut Pemerintah telah meneribitkan Peraturan Presdien (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026, yang mengatur mekanisme tata niaga impor minyak mentah (crude oil) nasional. Melalui regulasi teranyar ini, pengadaan minyak mentah untuk memenuhi permintaan dilakukan dengan dua skema, yaitu impor dan pengadaan dari perusahaan K3S.

"Jadi dari Perpres itu, pengadaan crude itu bisa berasal dari produksi dalam negeri dari perusahaan-perusahaan K3S dalam negeri. Jadi karena ada keterbatasan suplai itu secara global," tambahnya.

Baca Juga: Indonesia Sibuk Cari Sumber Baru Impor BBM: Dari Amerika Butuh Waktu 40 Hari, Timteng 3 Pekan

Ia menambahkan, Pemerintah juga sudah menugaskan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas untuk memperkuat cadangan stok BBM di dalam negeri, baik lewat impor maupun pengadaan dari perusahaan K3S.

"Ini ada ruang, jadi pengadaan itu melalui BLU di bidang energi. Pengaturan itu juga di dalam Perpres 26, ini sudah diatur," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (29/5/2026).Yuliot menerangkan pemberian kewenangan Lemigas untuk melakukan impor ini dalam rangka mengamankan pasokan di dalam negeri. Sebab PT Pertamina terbatas dalam pengadaan impor BBM dari beberapa negara dikarenakan obligasi internasional yang saat ini dimiliki. Sehingga perlu memastikan aktivitas perdagangan yang dilakukan perseroan tidak menabrak klausul kontrak kepatuhan finansial global.

Menurutnya Lemigas tidak hanya sekedar melakukan impor BBM dari Rusia, seperti diskusi yang sempat berjalan antara Presdien Prabowo dengan Presiden Vladimir Putin, namun juga merambah ke beberapa negara seperti Nigeria hingga Angola.

Terkait dengan sumber pasokan luar negeri, Yuliot menegaskan, tidak hanya bergantung pada satu wilayah atau negara tertentu saja demi mempercepat pergerakan pemenuhan kebutuhan nasional.

"Ya kemudian itu juga kita impor itu kan bisa dari negara-negara lain seperti Nigeria, dari Angola. Itu kan yang kemudian juga ada dari beberapa negara lain supaya geraknya cepat kita membuka ruang BUMN bisa, BLU juga bisa," pungkasnya.

Topik Menarik