Kebakaran Kedai Kopi di Labuhanbatu, Dipicu Kebocoran Tabung Gas
LABUHANBATU, iNews.id - Kedai kopi di Jalan Sanusi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara ludes dilalap api pada Senin (1/6/2026) sore. Kebakaran diduga dipicu kebocoran tabung gas saat aktivitas memasak berlangsung di dapur.
Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba membuat pengunjung dan warga sekitar panik. Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan kedai kopi sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas.
Beberapa unit mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Selain petugas pemadam kebakaran, personel Polres Labuhanbatu juga turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta membantu proses pembersihan puing-puing sisa kebakaran.
Menurut salah seorang karyawan kedai kopi, Riskan bahwa peristiwa itu terjadi pukul 16.00 WIB saat aktivitas memasak sedang berlangsung di dapur.
Saat kejadian, dua kompor dalam kondisi menyala. Salah satu kompor diduga mengalami kebocoran gas yang kemudian memicu percikan api hingga membesar dan menyambar area di sekitarnya.
"Ada kebocoran gas, saat dipasang gas sebelahnya menyala dan menyambar," kata Riskan.
Akibat kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun beberapa pekerja dilaporkan mengalami luka bakar dan telah mendapatkan perawatan medis.
Kabag Ops Polres Labuhanbatu AKP Rasidin mengatakan bahwa usia menerima laporan langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk membantu proses penanganan serta melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan memasak dan rutin memeriksa kondisi tabung maupun selang gas untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa.
Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Hingga kini, penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan," ujar AKP Rasidin.










