Rapat di DPR, Mendiktisaintek Bantah Ingin Tutup Prodi yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri

Rapat di DPR, Mendiktisaintek Bantah Ingin Tutup Prodi yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri

Berita Utama | inews | Selasa, 2 Juni 2026 - 11:53
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan kembali pihaknya tidak memiliki rencana menutup program studi (prodi) yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri di masa depan. Hal itu disampaikan Brian dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR, Selasa (2/6/2026).

Mulanya, dia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026 memang telah ada penutupan 122 program studi.

"Tetapi seluruh penutupan itu adalah berdasarkan usulan dari badan penyelenggara baik PTN maupun PTS," kata Brian dalam rapat.

Ada sejumlah alasan yang mendasari badan penyelenggara menutup prodinya. Misalnya, jumlah mahasiswa prodi yang sudah menunjukkan pengurangan drastis, hingga ada transformasi prodi yang lebih atraktif.

"Seperti misalnya sebelulmnya matematika menjadi aktuaria, karena ketika lulusan aktuaria mereka fokus pelajarannya lebih banyak yang nantinya dibutuhkan oleh industri," ujarnya.

Oleh karenanya, dalam rapat tersebut, Brian menegaskan bahwa penutupan prodi yang tak sesuai kebutuhan industri tidak pernah menjadi bagian dari kebijakan Kemendiktisaintek sebagaimana isu yang berkembang belakangan ini.

"Jadi terkait dengan isu yang kemudian berkembang bahwa kementerian pendidikan tinggi akan melakukan penutupan program studi untuk penyesuaian dengan industri yang akan berkembang di masa depan, kami dapat menyampaikan bahwa hal tersebut tidak menjadi kebijakan kami," katanya.

Dia menyatakan, pihaknya hanya ingin menjalankan program pembinaan dan pengembangan prodi dengan mengikuti perkembangan masa terkini.

Sementara itu, Kemendiktisaintek juga telah meminta melalui Badan Kerja Program Studi untuk mengevaluasi prodi setiap 3-4 tahun untuk mengoptimalkan perkembangan keilmuan.

"Sekali lagi, kami sampaikan alih-alih kita menutup, tetapi kita mengembangkan program studi untuk bisa sesuai, matching, dengan kebutuhan industri, tetapi bukan atau tidak dengan menutup program studi, tetapi lebih mengembangkan dan menyesuaikan dengan substansi yang diajarkan," katanya.

Topik Menarik