Bali hingga Jakarta Sudah Punya Antibodi Hantavirus, Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, sebagian masyarakat di Indonesia ternyata telah memiliki antibodi Hantavirus. Temuan tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Bali, Jakarta, dan Surabaya.
Pernyataan itu disampaikan Menkes Budi saat memberikan penjelasan terkait kasus Hantavirus yang sempat melibatkan seorang warga negara Inggris dan dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta.
Menurut Menkes, Hantavirus bukanlah virus baru di Indonesia. Virus tersebut sudah ditemukan sejak lama dan telah menjadi objek penelitian kesehatan sejak awal tahun 2000-an.
"Hanta ini sebenarnya sudah lama, dari awal 2000-an ya. Jadi virusnya sudah ada," kata Menkes Budi di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, hasil survei antibodi menunjukkan adanya paparan Hantavirus pada sebagian masyarakat di beberapa wilayah Indonesia. Di Bali, sekitar 18 persen masyarakat yang diteliti diketahui memiliki antibodi terhadap virus tersebut. Sementara di wilayah Jakarta dan Surabaya, angkanya mencapai sekitar 13 persen.
"Di daerah-daerah seperti Bali 18 persen sudah punya antibodi, daerah-daerah Surabaya-Jakarta sudah 13 persen. Jadi memang ini bukan virus baru," ujarnya.
Mengapa Masyarakat Bisa Memiliki Antibodi Hantavirus?
Antibodi merupakan protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap paparan virus atau patogen tertentu. Keberadaan antibodi Hantavirus menunjukkan bahwa seseorang pernah terpapar virus tersebut, meski tidak selalu mengalami gejala berat atau bahkan tidak menyadari pernah terinfeksi.
Hantavirus umumnya ditularkan melalui kontak dengan tikus atau hewan pengerat yang membawa virus. Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup partikel dari urine, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi.
Karena virus ini telah lama beredar di lingkungan, tidak menutup kemungkinan sebagian masyarakat pernah terpapar dalam tingkat tertentu sehingga tubuh membentuk antibodi sebagai mekanisme pertahanan alami.










