Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

Berita Utama | inews | Selasa, 2 Juni 2026 - 13:27
share

JAKARTA, iNews.id – Munculnya kewaspadaan global terhadap wabah Ebola membuat sebagian masyarakat khawatir penyakit tersebut dapat menyebar luas seperti Covid-19. Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan Ebola memiliki karakter penularan yang berbeda, sehingga tidak mudah menyebar dari satu orang ke orang lain.

Menurut Menkes Budi, masyarakat tidak perlu panik karena virus Ebola tidak menular melalui udara seperti Covid-19. Penularan Ebola umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti darah, muntahan, air liur, keringat, urine, atau cairan tubuh lainnya.

"Ebola penularannya melalui cairan. Jadi tidak semudah Covid-19," kata Budi usai menghadiri Talkshow Hari Kesehatan Hati Sedunia 2026 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Perbedaan cara penularan inilah yang membuat risiko penyebaran Ebola lebih mudah dikendalikan dibandingkan Covid-19. Saat pandemi, virus dapat menyebar melalui droplet dan aerosol yang keluar saat seseorang berbicara, batuk, atau bersin. Sementara pada Ebola, seseorang umumnya harus melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh penderita untuk dapat tertular.

Meski demikian, Ebola tetap merupakan penyakit yang serius. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat Ebola dapat menyebabkan demam tinggi, nyeri otot, lemas, muntah, diare, hingga perdarahan pada kasus yang berat. Karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Menkes menjelaskan, WHO memang telah mengeluarkan panduan kewaspadaan terkait wabah Ebola yang terjadi di Afrika. Namun, risiko penyebarannya ke negara lain, termasuk Indonesia, masih tergolong rendah.

"WHO sudah memberikan guidance bahwa ini berisiko untuk daerah negara itu (Kongo), tapi berisiko sangat rendah untuk negara-negara lain," ujarnya.

Pemerintah saat ini tetap melakukan pemantauan terhadap pelaku perjalanan yang datang dari wilayah terdampak sebagai langkah antisipasi. Kementerian Kesehatan juga terus mengikuti perkembangan situasi global dan berkoordinasi dengan WHO untuk memastikan kesiapsiagaan apabila terjadi peningkatan risiko.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memperoleh informasi dari sumber resmi. Para ahli menekankan bahwa kewaspadaan tetap penting, namun tidak perlu menimbulkan kepanikan karena karakter penyebaran Ebola berbeda dengan virus pernapasan seperti Covid-19.

Topik Menarik