Setelah Supermarket, Giliran Unit Pendingin Bank Darah Eropa Diserang Hacker

Setelah Supermarket, Giliran Unit Pendingin Bank Darah Eropa Diserang Hacker

Terkini | inews | Jum'at, 6 November 2026 - 13:41
share

PARIS, iNews.id - Hacker tak hanya menyerang unit pendingin di supermarket-supermarket Eropa, tapi juga bank darah. Beberapa hari terakhir publik Eropa dikejutkan dengan rusaknya bahan makanan beku dan sayuran di puluhan supermarket akibat peretasan terhadap alat pendingin dan freezer.

Namun sistem pendingin di bank darah Prancis ternyata juga menjadi target serangan. 

Lembaga Darah Prancis (EFS) menyatakan, serangan siber menargetkan penyedia layanan pendingin yang memengaruhi sistem kontrol di tiga lokasi penyimpanan plasma dan sampel darah.

Serangan siber tersebut berupaya menaikkan suhu ke tingkat sangat tinggi, namun berhasil ditangkis sebelum kerusakan. 
Plasma di lemari pendingin yang terkena dampak telah dipindah atau diamankan.

"Tidak ada konsekuensi kesehatan yang teridentifikasi, dan tidak ada produk darah yang rusak," bunyi pernyataan EFS, seraya menambahkan insiden itu tak mengganggu operasional distribusi.

Serangan siber tersebut pertama kali dilaporkan pada Rabu (4/11/2026) oleh surat kabar Le Canard Enchaine. Disebutkan, suhu telah diprogram untuk mencapai titik didih 110 derajat Celsius, padahal seharusnya suhu ideal -30 derajat Celcius.

"Sistem pemantauan dan alarm dengan cepat mendeteksi anomali tersebut, memungkinkan staf mengambil tindakan guna memastikan tidak ada darah atau sampel yang terganggu," demikian isi pernyataan.

Badan keamanan siber Prancis dan Kementerian Kesehatan menyatakan, penyelidikan sedang berlangsung, namun tidak menyebut pihak yang mungkin bertanggung jawab.

Akses jarak jauh ke lemari pendingin yang terpengaruh telah dinonaktifkan.

Coolworld, perusahaan pemasok unit pendingin, mengungkap kerentanan tersebut terkait dengan komponen dari pemasok pihak ketiga dan berada di luar kendali langsung perusahaan.

Topik Menarik