Giorgio Chiellini Ungkap Dua Mantan Rekan Setim Terburuk dalam Kariernya, Ada Cristiano Ronaldo?

Giorgio Chiellini Ungkap Dua Mantan Rekan Setim Terburuk dalam Kariernya, Ada Cristiano Ronaldo?

Terkini | okezone | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:05
share

TURIN — Bek legendaris Italia dan Juventus, Giorgio Chiellini, dikenal memiliki karier yang sangat gemilang dengan raihan sembilan trofi Serie A serta gelar Juara Eropa. Namun, di balik reputasi besarnya di dunia sepak bola, pandangan blak-blakan Chiellini dalam autobiografinya sempat memicu kontroversi hangat.

Dalam bukunya yang berjudul "Io Giorgio", Chiellini secara terbuka menyebut dua nama mantan rekan setim yang menurutnya paling sulit bekerja sama. Ia menunjuk Mario Balotelli dan Felipe Melo sebagai pemain terburuk yang pernah bermain dengannya karena dinilai minim rasa hormat.

1. Kritikan Tajam untuk Balotelli dan Felipe Melo

Chiellini meluapkan kekecewaannya terhadap sikap kedua pemain tersebut selama berada di dalam skuad. Menurut mantan kapten Timnas Italia itu, perilaku mereka kerap merugikan kekompakan tim baik di level klub maupun tim nasional.

"Saya benar-benar kecewa oleh dua pemain dan saya mengonfirmasi semua yang saya tulis di buku. Balotelli adalah orang yang negatif, tanpa rasa hormat kepada tim. Saat Piala Konfederasi melawan Brasil pada 2013, dia sama sekali tidak memberikan bantuan apa pun, dia benar-benar pantas ditampar," tulis Chiellini dalam autobiografinya, dikutip dari Give Me Sport, Sabtu (31/10/2026).

Chiellini juga menepis anggapan yang menyebut striker asal Italia itu sebagai juru gedor papan atas dunia.

MARIO BALOTELLI

"Beberapa orang mengira dia termasuk dalam lima striker teratas di dunia, tetapi saya bahkan tidak pernah mempertimbangkannya masuk dalam 10 atau 20 besar," tambahnya.

Meski melontarkan kritik keras kepada Balotelli, Chiellini menilai ada sosok yang jauh lebih parah.

"Namun, ada yang lebih buruk, Felipe Melo: benar-benar yang terburuk dari yang terburuk. Saya tidak bisa mentolerir orang yang tidak punya rasa hormat, mereka yang selalu ingin menjadi perlawanan. Bersamanya, situasi selalu berpotensi menjadi perkelahian. Saya juga mengatakan itu kepada direksi: dia adalah apel busuk," sambung Chiellini.

 

2. Permintaan Maaf

Setahun setelah bukunya terbit pada Mei 2020, Chiellini akhirnya mengakui bahwa dirinya mungkin telah melangkah terlalu jauh. Dalam sebuah acara siaran langsung televisi, pria berusia 42 tahun itu menyampaikan penyesalannya atas pernyataan tajam tersebut.

"Saya membuat kesalahan dan saya belajar darinya dan akan terus belajar dari kesalahan saya setiap hari," ujar Chiellini mengakui kekhilafannya saat itu.

Mario Balotelli

Kendati Chiellini sempat meluruskan hubungan dan meminta maaf kepada Balotelli, perselisihannya dengan Felipe Melo justru belum sepenuhnya mereda. Mantan gelandang Juventus asal Brasil tersebut membalas kritik Chiellini dengan menyebut adanya dendam pribadi di masa lalu.

"Dia hanya punya masalah dengan saya karena saya pernah menunduk/menyundul kepalanya saat kami bermain melawan Siena. Saya tidak pernah berbicara dengannya sejak saat itu dan dia menulis buku ini. Chiellini tidak pernah meminta maaf kepada saya, tapi itu tidak apa-apa, selama dia bertanggung jawab atas apa yang dia katakan," pungkas Melo.

Topik Menarik