Shin Tae-yong hingga Rizky Ridho Kritik Kualitas Rumput JIS, Ini Respons JakPro
JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (JakPro) selaku pengelola Jakarta International Stadium (JIS) buka suara usai kualitas rumput stadion dikritik Persija Jakarta. Skuad Macan Kemayoran mengaku kecewa dengan kondisi rumput lapangan JIS usai laga menghadapi Persik Kediri.
1. JakPro Buka Suara
Direktur Utama PT JakPro, Iwan Takwin mengaku pihaknya berinovasi dalam perawatan rumput stadion. Pihaknya juga akan menambah metode perawatan untuk memperbaiki tingkat kerataan rumput agar dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari sepekan.
"Untuk treatment rumput terus kami lakukan perbaikan dan inovasi-inovasi, kemarin sejak dari selesai konser kami hanya butuh seminggu rumput sudah terpasang, yang biasanya butuh waktu sampai 4 bulan, kemarin kami hanya menyelesaikan dalam seminggu," ucap Iwan dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Sejumlah inovasi dalam perawatan rumput JIS, dijelaskan Iwan, seperti nursery serta metode pemotongan yang lebih rapi. Upaya tersebut menurutnya membuat akar rumput lebih kuat dan meminimalisir terlepas saat pertandingan.
"Jadi inovasi terus kami lakukan dengan adanya nursery, dengan metode gulung dan gelar, serta metode cutting yang lebih rapi. Alhamdulillah juga kemarin kekuatan akar rumput juga lebih bagus, sehingga minim bahkan tidak ada lagi rumput yang copot saat pertandingan," ujarnya.
Iwan menegaskan ada atau tidaknya konser di JIS, perawatan tetap harus dilakukan di luar lapangan agar tumbuh lebih sempurna. Sebab atap stadion yang dapat dibuka dan ditutup membuat sinar matahari masuk lebih terbatas.
"Apalagi seperti di JIS yang konsep atapnya buka tutup, jadi sinar matahari sangat terbatas. Kami akan terus lalukan perbaikan dan inovasi untuk kesempurnaan rumput JIS," tuturnya.
Sebelumnya, kualitas rumput lapangan JIS menjadi sorotan. Hal itu tidak terlepas imbas JIS menjadi lokasi dua konser besar, yakni The Weeknd pada 26-27 September dan Avenged Sevenfold pada 10 Oktober.
2. Dikritik Shin Tae-yong hingga Rizky Ridho
Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong mengatakan kondisi lapangan membuat Persija tidak leluasa memainkan pola permainan. Menurutnya tidak layak untuk menggelar laga kompetisi kasta teratas di tanah dengan kondisi lapangan yang kualitas rumputnya di bawah standar.
"Seperti yang bisa dilihat oleh semua orang yang hadir di stadion hari ini, kondisi lapangan sangat buruk. Menurut saya, pertandingan sepak bola seharusnya tidak dimainkan di lapangan dengan kondisi seperti ini," kata Shin Tae-yong usai laga melawan Persik Kediri, Senin (26/10/2026).
"Klub kami juga harus memberikan perhatian serius terhadap masalah ini ke depannya. Dengan begitu, kami bisa menyajikan pertandingan yang lebih baik bagi para suporter dan semua orang yang datang ke stadion. Kami juga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para penggemar melalui penampilan tim di lapangan," tuturnya.
Sementara itu, pemain Persija Rizky Ridho juga sependapat dengan Shin Tae-yong terkait buruknya kondisi lapangan JIS. Jadi, Persija tidak dapat menampilkan pola permainan yang dapat menghibur penonton.
"Saya ingin meminta maaf kepada Jakmania karena kami tidak bisa menyuguhkan permainan yang menghibur malam ini. Teman-teman bisa melihat sendiri bagaimana kami berusaha bermain di lapangan dengan kondisi seperti ini," kata Rizky Ridho.
"Kami juga menghormati Persik Kediri. Mereka memiliki permainan yang sangat bagus, terutama ketika melakukan kombinasi umpan satu-dua sentuhan. Namun, mereka juga kesulitan memainkan permainan terbaiknya di lapangan seperti ini," ujarnya.
Ia merasa kurang nyaman karena situasi seperti ini terjadi setiap tahun. Dirinya dan kawan-kawan dituntut untuk bermain bagus dan menang. Tetapi dengan kondisi lapangan seperti ini, menurutnya hanya bisa berharap mendapatkan keberuntungan dalam setiap pertandingan.
"Situasi ini membuat segalanya menjadi sulit. Target kami adalah menjadi juara, tetapi kami harus bermain di lapangan dengan kondisi seperti ini," ujarnya.








