BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing dan OMC Tangani Karhutla Way Kambas

BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing dan OMC Tangani Karhutla Way Kambas

Terkini | inews | Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:47
share

LAMPUNG TIMUR, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggencarkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, melalui operasi darat dan udara. Upaya ini meliputi pengerahan ratusan personel, helikopter water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau titik api melalui udara pada Sabtu 24 Oktober 2026. Dari hasil pemantauan, sejumlah titik api masih terlihat disertai asap tebal di kawasan TNWK.

Kristomei mengatakan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor, respons cepat, serta pembagian wilayah operasi yang jelas agar pemadaman berjalan efektif.

"Setelah saya tinjau dari udara, memang ada beberapa titik api yang perlu mendapatkan perhatian, kita sudah mengatur untuk Way Kambas ini ada pasukan darat yang dibagi berdasarkan daerah operasi supaya pemadamannya lebih efektif," ujarnya dalam keterangan yang dikutip Minggu (25/10/2026).

Berdasarkan laporan tim pendampingan BNPB, kebakaran yang terjadi sejak 22 September 2026 itu masih menyisakan area terbakar yang belum padam sekitar 40 hektare. Sementara itu, pada Jumat (23/10/2026), tim gabungan berhasil memadamkan api di area sekitar 10,2 hektare. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan pemantauan dan evaluasi di lapangan.

Sekitar 350 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini. Mereka berasal dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota, pemadam kebakaran, TNI, Polri, satuan tugas darat TNWK, BNPB, BMKG, serta mitra terkait.

Petugas melakukan pemantauan dan pemadaman titik api sekaligus membuka jalur menuju lokasi kebakaran untuk mempercepat akses tim darat. Sementara itu, helikopter water bombing digunakan untuk menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat.

BNPB juga mendukung operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026) menggunakan pesawat Cessna Caravan. Dalam operasi tersebut, dua sorti penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl), masing-masing sebanyak 1.000 kilogram, dilakukan di wilayah TNWK dan Kabupaten Lampung Barat. Hasil pengamatan menunjukkan hujan ringan terjadi di kedua wilayah tersebut.

Namun, upaya pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Vegetasi yang rapat, jarak sumber air sekitar 1,5 kilometer dari titik api, serta keterbatasan peralatan dan logistik di beberapa lokasi menyulitkan petugas menjangkau seluruh area terdampak.

Kristomei mengatakan penggunaan selang sepanjang tiga kilometer telah menunjukkan hasil yang cukup efektif. Metode tersebut akan diperluas untuk meningkatkan jangkauan pemadaman dan memastikan hasil operasi dapat diukur.

"Kita lihat juga tadi sudah dicoba dengan cara menggunakan selang sepanjang 3 kilometer ini, ternyata hasilnya cukup efektif, nanti kita akan perbanyak lagi luasan operasi pemadamannya, sehingga diharapkan dapat memadamkan lebih banyak lagi dan hasilnya terukur," ucapnya.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengoordinasikan operasi darat dan udara, termasuk pemantauan berkala serta kesiapsiagaan personel. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau titik api yang masih aktif sekaligus mengantisipasi kebakaran kembali meluas di kawasan konservasi.

Kristomei juga mengimbau masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah, segera melaporkan kemunculan api kepada petugas, dan menghindari lokasi kebakaran demi keselamatan.

"Upaya bersama ini diharapkan dapat mengendalikan karhutla, melindungi ekosistem Taman Nasional Way Kambas, dan mengurangi risiko dampak asap bagi masyarakat," ujarnya.

Topik Menarik