Trump: AS Bisa Serang Iran Besok Atau Capai Kesepakatan yang Indah

Trump: AS Bisa Serang Iran Besok Atau Capai Kesepakatan yang Indah

Terkini | okezone | Senin, 26 Oktober 2026 - 01:05
share

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Washington bisa saja menyerang Iran secepatnya pada “besok,” atau justru mencapai kesepakatan yang “hebat dan indah” dengan Teheran. Komentar Trump ini muncul di tengah laporan bahwa ia tengah mempertimbangkan untuk melancarkan serangan baru terhadap Republik Islam tersebut.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk melakukannya, mungkin besok,” ujar Trump kepada para wartawan saat ditanya sejauh mana pertimbangannya terkait kemungkinan serangan tersebut.

“Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu Anda jika saya akan melakukannya?” tambahnya.

Trump mengatakan bahwa Iran masih bisa menghindari tindakan militer lebih lanjut dengan mencapai kesepakatan bersama AS, seraya menambahkan, “Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi masalahnya, apakah mereka akan mematuhi kesepakatan tersebut?”

Trump menegaskan bahwa tujuannya adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir di masa depan. Ia menyebutkan bahwa operasi AS sebelumnya, yang melibatkan pesawat pengebom B-2, tidak akan cukup untuk menjamin hasil yang langgeng.

“Saya harus memastikan hal ini bersifat permanen,” ujarnya sebagaimana dilansr TRT. “Itulah satu-satunya alasan saya melakukan ini.”

Rencana serangan pasca-pemilu

Presiden juga menyatakan bahwa pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah meningkat sejak perang dimulai.

Ia tidak memberikan keputusan tegas mengenai langkah selanjutnya, melainkan menyajikan opsi tindakan militer maupun negosiasi sebagai kemungkinan yang bisa diambil.

“Mungkin saya harus menuntaskannya, atau mungkin mereka akan mencapai kesepakatan,” ujar Trump. “Namun, saya tidak yakin. Bagaimanapun, kita tetap menang.”

 

Laporan terkini, khususnya dari The New York Times, mengindikasikan bahwa persiapan militer AS dan Israel untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran—setelah pemilihan paruh waktu di Amerika—terus berjalan, dengan rencana terperinci untuk sebuah ofensif yang mungkin berlangsung singkat namun intensif.

Mengutip para pejabat AS dan pihak-pihak yang mengetahui diskusi tingkat tinggi tersebut, surat kabar itu melaporkan bahwa kedua militer telah meningkatkan latihan, termasuk penerbangan melalui wilayah udara Irak untuk melatih manuver serangan.

Target potensial mencakup infrastruktur energi Iran, fasilitas nuklir, serta persenjataan rudal dan pesawat nirawak (drone).

Perang antara AS-Israel dan Iran, yang dimulai pada bulan Februari dan memicu konflik lebih luas di Timur Tengah, hingga kini belum terselesaikan—meskipun telah ada gencatan senjata dan kesepakatan untuk merampungkan perjanjian damai.

Topik Menarik