Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp10.587 Triliun per September 2026

Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp10.587 Triliun per September 2026

Terkini | idxchannel | Jum'at, 23 Oktober 2026 - 11:34
share

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) melaporkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.587,9 triliun pada September 2026.

Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 8,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), atau melanjutkan pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 8,2 persen yoy.

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uangberedar sempit (M1) sebesar 9,0 persen yoy dan uang kuasi sebesar 7,3 persen yoy,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam pernyataan resmi, Jumat (23/10/2026).

Dia menjelaskan, peningkatan M2 pada September 2026 dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus), aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 24,4 persen (yoy), setelah mengalami kontraksi sebesar 7,0 persen (yoy) pada Agustus 2026.

Aktiva luar negeri bersih pada September 2026 tumbuh sebesar 1,0 persen (yoy), setelah mengalami kontraksi pada Agustus 2026 sebesar 6,6 persen (yoy).

Demikian pula, penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,7 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,3 persen (yoy).

Sebagai catatan, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker's Acceptances), dan Tagihan Repo.

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.

Uang Primer (M0) adjusted pada September 2026 tumbuh 9,3 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 16,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.353,1 triliun.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 11,8 persen (yoy) dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 3,9 persen (yoy).

“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” katanya.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik