Bahlil Ungkap Rencana Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Ini Alasannya

Bahlil Ungkap Rencana Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Ini Alasannya

Terkini | inews | Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:50
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang menghentikan ekspor gas ke negara tetangga. Opsi ini dipertimbangkan agar kebutuhan energi dalam negeri dapat dipenuhi terlebih dahulu di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil setelah sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Dia merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi harus bertahan atau survival.

"Ya memang harus kita survival. Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai presiden, pasti apa yang disampaikan Bapak Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program untuk menuju pada survival," ucap Bahlil.

Bahlil turut menyinggung kemungkinan pemerintah tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan energi domestik harus menjadi prioritas sebelum gas dipasok ke luar negeri.

"Jadi kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas, saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya," kata dia.

Pernyataan ini menunjukkan adanya opsi penyesuaian kebijakan ekspor gas dengan mempertimbangkan kebutuhan energi nasional. Namun, Bahlil belum merinci negara tujuan ekspor yang dimaksud maupun kontrak yang berpotensi tidak diperpanjang.

Pemerintah juga belum mengumumkan keputusan final mengenai penghentian ekspor gas. Karena itu, rencana tersebut masih berupa opsi yang dipertimbangkan untuk memastikan pasokan energi dalam negeri tetap terpenuhi.

Topik Menarik