Guncangan Kuat Gempa M 7,7 NTT: Warga Panik Berlarian, Satu Orang Tertimbun Bangunan

Guncangan Kuat Gempa M 7,7 NTT: Warga Panik Berlarian, Satu Orang Tertimbun Bangunan

Terkini | inews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:05
share

FLORES, iNews.id – Gempa bumi tektonik dahsyat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo dan wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Guncangan besar tersebut memicu kepanikan warga hingga memicu diterbitkannya peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman dangkal 15 kilometer. Gempa yang awalnya tercatat bermagnitudo 7,0 ini diperbarui menjadi magnitudo 7,7 setelah analisis parameter lanjutan.

BMKG memodelkan tingkat ancaman tsunami dengan status Siaga (ketinggian gelombang 0,5 hingga 3 meter) di kawasan pesisir NTT dan Sulawesi Selatan, meliputi wilayah Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, Flores Timur, hingga Jeneponto. Sementara itu, status Waspada diterbitkan untuk wilayah Bima, Dompu, dan Wajo.

Skala guncangan dirasakan hingga VII MMI di kawasan Nagekeo dan Ngada, yang berpotensi menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan konstruksi. Guncangan kuat juga membuat masyarakat di Bajawa, Borong, Ende, hingga Ruteng terbangun dan berhamburan keluar rumah.

Pascaguncangan kuat, warga di Kabupaten Sikka dan berbagai kawasan pesisir NTT segera melakukan evakuasi mandiri ke wilayah perbukitan atau tempat tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan saat evakuasi guna menghindari kemacetan dan kepanikan massal.

Dari informasi lapangan, satu warga di Kabupaten Sikka dilaporkan tertimbun reruntuhan bangunan. Tim SAR bersama warga sekitar melakukan upaya pencarian dan evakuasi secara manual di lokasi kejadian.

Selain gempa utama M 7,7 di Nagekeo, BMKG turut mencatat gempa susulan bermagnitudo 6,2 di wilayah laut sekitar Labuan Bajo. Hingga saat ini, pihak BNPB, BPBD, Basarnas, serta pemerintah daerah masih terus mendata total kerusakan bangunan dan potensi korban jiwa di seluruh lokasi terdampak.

Masyarakat di kawasan pesisir diingatkan agar tetap berada di lokasi evakuasi aman, menjauhi pantai serta muara sungai, dan terus memantau pemutakhiran informasi resmi dari BMKG.

Topik Menarik