Titik Api Karhutla Terdeteksi di Jambi-Sumsel, Warga Beraktivitas di Luar Diimbau Pakai Masker
IDXChannel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat belasan titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jambi dan Sumatera Selatan. Upaya pemadaman terus dilakukan dan warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut 13 hotspot terdeteksi di wilayah Jambi. Kondisi kualitas udara secara umum membaik, dan jarak pandang warga sekitar 2,8 kilometer.
"Provinsi Jambi di mana kami memonitor per kemarin tanggal 31 Agustus sebanyak 13 titik api, kualitas udara umumnya membaik, jarak pandang sekitar 2,8 km. Proses belajar mengajar juga normal dengan menggunakan masker, dan masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa," ujar Berton dalam konferensi persnya, Selasa (1/9/2026).
Ia menyebut, satgas darat berhasil melakukan pemadaman lahan seluas 13 hektar lebih. Penanganan dilakukan pada 37 lokasi yang tersebar di delapan kabupaten.
"Operasi pemadaman melalui Satgas Darat diawali dengan ground check di mana satgas ini melakukan pemantauan, dilihat apakah ada titik-titik api dan titik-titik hotspot yang baru, dan tentu ini dilakukan untuk penanganan kebakaran di 37 lokasi di delapan kabupaten," katanya.
Satgas udara mengerahkan satu helikopter untuk melakukan patroli. Operasi water bombing dilakukan menggunakan dua unit helikopter dalam tiga sorti dengan total 264.000 liter air yang dijatuhkan.
"Water bombing dilakukan dua unit helikopter, tiga sorti, dan air yang ditumpahkan sebesar 264.000 liter air. Luas yang dipadamkan melalui water bombing ini kurang lebih 10 hektar," kata dia.
Tim juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan buatan. Hasil dari operasi tersebut disebut Berton menghasilkan hujan ringan di beberapa wilayah.
"OMC dilakukan satu unit pesawat dan dua sorti dilakukan, serta garam yang ditebarkan 2.000 kg," tutur dia. Sementara itu, situasi umum di Sumatera Selatan terpantau adanya 13 titik api. Jarak pandang di bawah 2 km dan kualitas udara umumnya sedang.
"Proses belajar-mengajar anak sekolah masih berjalan seperti biasa dan dianjurkan untuk menggunakan masker. Kehidupan sosial masyarakat berjalan normal, dan ketika melakukan aktivitas di luar rumah, di luar gedung, tentu kami menganjurkan untuk menggunakan masker," kata dia.
Satgas darat melakukan pemadaman di lima wilayah, yakni Muara Enim, Prabumulih, Ogan Ilir, Palembang, dan Ogan Komering Ulu Selatan. Dari operasi tersebut, sebanyak 9,25 hektare lahan berhasil dipadamkan.
"Satgas Udara juga bekerja dengan dua heli untuk memonitor titik-titik panas dan juga melihat sebaran asap ke arahnya mana, dan water bombing dilakukan dengan empat unit, sebanyak tujuh sorti dilakukan, dan air yang ditumpahkan melalui atau disebarkan melalui water bombing ini sebanyak 792.000 liter air. Luas yang dipadamkan melalui water bombing ini lebih dari 8 hektar," katanya.
Di wilayah Sumatera Selatan, tim tak bisa melaksanakan OMC karena tidak ada potensi bibit awan di atmosfer.
(kunthi fahmar sandy)









