Pedagang di Trotoar Pindah ke Area Dalam Pasar Kramat Jati, Pemprov DKI Gratiskan Sewa 6 Bulan
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung melihat langsung penataan pedagang yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (1/9/2026) malam. Kini pedagang yang biasa berjualan di trotoar dipindahkan ke area dalam pasar atau Lokasi Binaan (Lokbin).
Pramono mengaku, penataan pedagang Kramat Jati bukan hal yang mudah. Sebab aktivitas perdagangan pasar sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
"Pembenahan ini terus terang tidak gampang. Karena ini sudah berlangsung lebih dari 50 tahun, sejak awal tahun 70-an, tetapi untuk membuat penertiban-penertiban yang ada di Jakarta, salah satu hal yang perlu dilakukan pembenahan adalah di Kramat Jati ini," kata Pramono kepada wartawan.
Pemerintah Provinsi Jakarta menggratiskan sewa para pedagang di lokbin selama enam bulan. Hal itu bertujuan untuk meringankan beban pedagang yang baru dipindahkan.
"Lokbin yang ada di Kramat Jati bagi para pedagang, selama enam bulan kami apa, retribusi atau iurannya kami gratiskan. Kami gratiskan," sambungnya.
Namun, setelah masa gratis berakhir, retribusi lokbin ditetapkan sebesar Rp180.000 per bulan.
Pramono menegaskan pihaknya juga akan melakukan perbaikan di kawasan lokbin, termasuk saluran air dan sirkulasi udara.










