Presiden Iran Tawarkan AS Berdamai Lagi: Kembalilah ke MoU!
BISHKEK, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendesak Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke kesepakatan yang terutang dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. MoU yang diteken pada 17 Juni itu berisi kesepakatan gencatan senjata selama setidaknya 60 hari serta mengatur arus lalu lintas di Selat Hormuz.
“Saya menyampaikan secara eksplisit, jika Amerika Serikat kembali pada komitmennya berdasarkan nota kesepahaman, Republik Islam Iran segera mengambil tindakan serupa,” kata Pezeshkian, dalam pernyataan di situs web resmi kepresidenan Iran, Selasa (1/9/2026).
Pezeshkian sedang berada di Kirgistan untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) bersama para pemimpin di antaranya Rusia, China, Turki, dan India.
Pezeshkian dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT SCO.
MoU Islamabad bertujuan untuk mengakhiri perang AS dan Iran sejak akhir Februari 2026. Serangan gabungan AS-Israel saat itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Namun Mou runtuh pada awal Juli dengan saling serang, setelah kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan terkait Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi juga mendesak AS untuk kembali memenuhi komitmen yang ditandatangani langsung oleh Presiden Donald Trump tersebut.
"Dalam hal itu, semua bisa kembali ke jalur yang benar," ujarnya, mendesak AS kembali ke solusi damai.









