Netanyahu Tolak Usulan Damai Trump di Gaza, AS Tak Ambil Pusing

Netanyahu Tolak Usulan Damai Trump di Gaza, AS Tak Ambil Pusing

Terkini | inews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:00
share

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata tak ambil pusing dengan penolakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap proposal perdamaian Gaza. Gedung Putih memahami keputusan Netanyahu sebagai bagian dari kepentingan politiknya menjelang pemilu yang akan berlangsung November mendatang.

Netanyahu sebelumnya menolak mentah-mentah proposal damai Gaza yang terdiri atas 15 poin dan diajukan Dewan Perdamaian bentukan Trump. Namun, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintahan Trump tidak khawatir dengan sikap tersebut.

Pejabat tersebut menilai Netanyahu membutuhkan dukungan kelompok sayap kanan jauh untuk mempertahankan jabatannya sebagai perdana menteri Israel.

“Kami memahami kebutuhan politik Bibi (panggilan Netanyahu). Kami tidak punya masalah dengan itu selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama mengenai pembatasan serangan di Gaza,” kata pejabat tersebut kepada jurnalis Axios Barak Ravid, dikutip Senin (10/8/2026).

Menurut pejabat itu, Netanyahu bahkan telah berbicara dengan utusan khusus Trump, Jared Kushner, pada pekan lalu. Dalam pembicaraan tersebut, Netanyahu disebut berjanji akan memenuhi 15 poin proposal perdamaian yang diajukan Trump.

AS Desak Israel Batasi Serangan

Pemerintahan Trump kini lebih menyoroti pelaksanaan proposal tersebut di lapangan, terutama terkait serangan Israel ke Gaza.

Gedung Putih mendesak Netanyahu membatasi serangan militernya agar proses pelucutan senjata Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina lainnya dapat segera dimulai.

Dengan demikian, Washington tampaknya tidak melihat penolakan Netanyahu sebagai hambatan utama selama pemerintah Israel tetap menjalankan poin-poin yang telah disepakati dengan pemerintahan Trump.

Sementara itu, Netanyahu dalam rapat kabinet pada Minggu (9/8/2026) secara terbuka mengumumkan bahwa Israel menolak proposal 15 poin perdamaian Gaza.

Dia juga menegaskan pasukan Israel tidak akan ditarik dari wilayah Gaza sampai seluruh senjata Hamas dilucuti.

Gencatan Senjata Tetap Diwarnai Serangan

Israel dan Hamas sebelumnya memulai gencatan senjata tahap pertama pada 10 Oktober 2025. Kesepakatan tersebut dimediasi Mesir, Qatar, AS, dan Turki di bawah Dewan Perdamaian.

Kedua pihak sepakat menjalankan fase pertama rencana perdamaian yang diajukan Trump. Namun, meski gencatan senjata telah diberlakukan, Israel dilaporkan masih melancarkan serangan hampir setiap hari ke wilayah Gaza.

Situasi tersebut membuat implementasi rencana perdamaian menghadapi tantangan besar. Di satu sisi, pemerintahan Trump ingin proses perdamaian dan pelucutan senjata Hamas berjalan, sementara di sisi lain Netanyahu tetap mempertahankan tuntutan agar seluruh senjata Hamas dilucuti sebelum pasukan Israel meninggalkan Gaza.

Gedung Putih kini tampaknya memilih untuk tetap mendorong proses tersebut tanpa mempermasalahkan penolakan Netanyahu secara terbuka, selama Israel tetap memenuhi komitmen yang telah disampaikan kepada pemerintahan Trump.

Topik Menarik