Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi 3 Kali sejak Dini Hari, Kolom Abu Capai 600 Meter

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi 3 Kali sejak Dini Hari, Kolom Abu Capai 600 Meter

Terkini | inews | Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:08
share

JAKARTA, iNews.id - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi tiga kali pada Sabtu (25/7/2026) dini hari. Erupsi pertama terjadi pukul 00.52 WITA dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 300 meter di atas puncak.

“Terjadi erupsi G Lewotobi Laki-laki pada hari Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 00:52 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 300 m di atas puncak (± 1884 m di atas permukaan laut),” tulis keterangan Magma ESDM.

Erupsi kembali terjadi pukul 01.32 WITA. Pada letusan kedua ini, tinggi kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak dengan arah sebaran menuju barat dan barat laut.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 10.5 mm dan durasi 201 detik,” sambungnya.

Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 06.51 WITA. Erupsi ketiga menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 300 meter di atas puncak. Kolom abu kembali teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut.

Usai rangkaian erupsi tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. 

Warga juga diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.

“Masyarakat di sekitar G Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote,” sambungnya.

Selain menjauhi zona bahaya, masyarakat yang terdampak hujan abu diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

Topik Menarik