Viral Diskusi di UGM Berujung Ricuh, Qodari: Tanpa Dialog Bukan Demokrasi!
YOGYAKARTA, iNews.id - Kegiatan diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung ricuh setelah sejumlah mahasiswa dan massa memasuki area acara. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (17/6/2026) malam dan langsung viral di media sosial.
Menanggapi peristiwa itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan pentingnya dialog dalam sistem demokrasi. Dia menyebut, tanpa dialog maka tidak bisa disebut sebagai demokrasi yang sehat.
“Yang namanya demokrasi itu bisa terjadi kalau ada dialog. Kalau tidak ada dialog, hanya tuntutan, kan bukan demokrasi namanya. Itu namanya semua gue, maunya dia saja,” kata Qodari, Rabu (17/6/2026).
Qodari juga menyoroti adanya dinamika tidak biasa dalam peristiwa tersebut. Dia menyebut terdapat “anomali” dalam jalannya kegiatan diskusi di kampus tersebut.
“Jadi sebetulnya kan ada anomali di situ, ada interupsi,” ujar Qodari.
Menurutnya, sikap penolakan yang terjadi di lokasi lebih mencerminkan luapan emosi dibandingkan ruang dialog. Dia menilai seharusnya perbedaan pandangan diselesaikan dengan komunikasi dua arah.
“Saya kira dialog itu, ya, dijawab dengan dialog yang lain, kan tidak susah. Saya kira itu jawaban yang paling proporsional. Kalau kita bicara mengenai demokrasi dan bicara mengenai dialog,” katanya.









