Pesawat N-219 PTDI Tembus Pasar Komersial, 4 Unit Terjual

Pesawat N-219 PTDI Tembus Pasar Komersial, 4 Unit Terjual

Terkini | inews | Rabu, 6 Mei 2026 - 07:40
share

BANDUNG, iNews.id - Untuk pertama kalinya, pesawat N-219 produksi PT Dirgantara Indonesia berhasil menembus pasar komersial. Sebanyak empat unit pesawat dibeli dengan nilai kontrak mencapai 36,1 juta dolar Amerika Serikat.

Penjualan ini ditandai dengan penandatanganan kontrak antara PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Mitra Aviasi Perkasa di hanggar PTDI. Kesepakatan tersebut menjadi tonggak baru bagi industri dirgantara nasional.

Selama ini, pesawat produksi PTDI lebih banyak digunakan oleh pemerintah dan militer. 

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan, langkah ini sebagai sejarah baru sekaligus bukti bahwa produk dalam negeri mampu bersaing di pasar komersial.

"Ini memiliki kekhasan yang bisa mengisi kebutuhan di Indonesia. khususnya penerbangan di pulau-pulau terluar," ujar Febrian Alphyanto Ruddyard.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan menjelaskan bahwa pesawat N-219 dirancang khusus untuk kondisi geografis Indonesia. 
"Ini namanya N-219 kalau sebelumnya kan kita CN. Ini adalah produk anak bangsa 100 persen. Jadi N-219 benar-benar murni punya anak bangsa," ucap Gita. 

Pesawat ini dinilai mampu lepas landas dan mendarat di landasan pendek, termasuk di area tanpa aspal. Selain itu, biaya operasional yang kompetitif serta dukungan purnajual menjadi keunggulan utama.

"Dari segi operasional ini kita rancang kompetitif," katanya.

Sementara itu, CEO PT Mitra Aviasi Perkasa, Septo Sudiro, menyampaikan bahwa pembelian ini merupakan langkah awal dalam pengembangan armada. Pesawat tersebut rencananya dioperasikan di wilayah yang membutuhkan layanan penerbangan perintis.

Keempat unit pesawat N-219 dijadwalkan diserahterimakan secara bertahap hingga 2028. Kontrak ini diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan industri penerbangan nasional serta mendorong penggunaan produk dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama di industri dirgantara.

Topik Menarik