Operasi Militer terhadap Iran Selesai, AS Klaim Semua Tujuan Telah Tercapai
WASHINGTON, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengklaim, operasi militer terhadap Iran, Epic Fury, telah mencapai tujuannya.
Operasi yang dimulai pada 28 Februari tersebut resmi berakhir setelah Presiden Donald Trump memberi tahu Kongres melalui surat pekan lalu.
Tujuan utama dari operasi tersebut adalah menggulingkan rezim Iran yang tampaknya belum berhasil, meski Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei terbunuh.
Target lain adalah menghancurkan kemampuan angkatan laut Iran serta fasilitas rudal dan drone, yang juga tak sepenuhnya berhasil. Iran masih terus melancarkan perlawanan mematikan dan merusak, menggunakan drone dan rudal, termasuk ke fasilitas militer AS di kawasan.
Sebelumnya Rubio menegaskan perang melawan Iran, melalui Operasi Epic Fury, telah berakhir. Operasi militer yang juga melibatkan Israel itu berlangsung sejak 28 Februari sampai gencatan senjata berlaku pada 7 April waktu Washington DC.
"Operasi telah berakhir. Epic Fury telah... Presiden telah memberitahu Kongres. Kita sudah selesai pada tahap itu," kata Rubio.
Defisit APBN Kuartal I-2026 Tembus Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut Hasil Percepatan Belanja
Penghentian konflik melawan Iran tersebut terpaksa dilakukan AS karena terganjal UU resolusi perang yang membatasi operasi militer terhadap negara asing, yang tak melalui persetujuan Kongres, hanya 60 hari.
Namun pemberitahuan Trump itu tak disertai dengan kenyataan di lapangan bahwa konflik telah benar-benar selesai. Bahkan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) terus memperbarui postur militer di Timur Tengah.
AS dan Iran sejah ini hanya menyepakati gencatan senjata tanpa batas waktu, bukan perdamaian yang langgeng.









