Kubu JK Duga Laporan terkait Pernyataan Mati Syahid Upaya Pembungkaman Isu Ijazah Jokowi

Kubu JK Duga Laporan terkait Pernyataan Mati Syahid Upaya Pembungkaman Isu Ijazah Jokowi

Terkini | inews | Rabu, 15 April 2026 - 07:43
share

JAKARTA, iNews.id - Pihak Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) menduga ada agenda tersembunyi di balik laporan dugaan penistaan agama terkait ceramah mati syahid yang dilayangkan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya.

Juru Bicara JK, Husain Abdullah menilai, laporan tersebut berpeluang menjadi upaya pembungkaman terhadap JK yang belum lama ini menyarankan agar Presiden ke-7 RI, Joko Widodo menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik di publik.

“Memang menarik mencermati fenomena munculnya serangan sosmed terhadap Pak JK pasca-pelaporan terkait kasus ijazah Jokowi. Apakah serangan bertubi-tubi itu upaya untuk membungkam Pak JK? Bisa saja benar,” ucap Husain dalam keterangannya dikutip, Rabu (15/4/2026).

Dia menyebut di media sosial banyak pernyataan bahwa pelaporan muncul setelah keluarnya saran JK yang meminta Jokowi menunjukkan ijazah aslinya agar persoalan segera selesai.

“Tetapi untuk membungkam Pak JK dengan pemutar balikan fakta dan mencari cari kesalahan yang sebenarnya tidak ada, bukan tanpa resiko balik. Buktinya saat ini, tanpa diminta justru banyak yang membela Pak JK,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, dalam kasus ini sudah ada kalangan tokoh umat kristiani yang telah menemuinya. Pertemuan ini tentunya sudah dikoordinasikan para tokoh ke kalangan di bawahnya.

“Dari kalangan tokoh umat kristiani banyak yang memberi pandangan posiitif dan mendukung  Pak JK. Mereka meyakini niat baik dan ketulusan Pak JK. Tokoh-tokoh ini tentu berkomunikasi juga ke bawah,” ujar Husain.

Dia mengatakan, pihak pelapor sendiri belum ada komunikasi dengan JK. Dari sisi JK, kata Husain, menilai bahwa dialog memang lebih bermartabat.

“Karena hal dilaporkan tidak jelas pelanggarannya di mana. Harusnya yang dilapor adalah yang memotong video lalu mempostingnya dengan narasi menyesatkan. Itulah biang kerok sebenarnya yang harus dilaporkan. Dia lah otak pengadu domba,” kata dia.

Sebelumnya, Juru Bicara JK, Husain Abdullah mengatakan, video pernyataan JK dalam ceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026 diduga telah terpotong dan diberi narasi yang melenceng. Husain mengatakan agar pihak pelapor terlebih dahulu mengkaji secara utuh konteks pernyataan yang beredar.

Menurut Husain, inti ceramah JK pada 5 Maret lalu merupakan pembelajaran tentang cara mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, merujuk pada pengalaman konflik di Poso dan Ambon. JK 

saat itu mengungkapkan realitas sosiologis yang berkembang di tengah konflik, di mana kedua pihak baik Muslim maupun Kristen, menggunakan jargon agama untuk membenarkan tindakan kekerasan.

"Inti pesan yang disampaikan Pak JK saat ceramah di UGM adalah semacam pembelajaran bagaimana mendamaikan dua pihak yang bertikai. Pak JK mengungkapkan pendapat orang-orang yang bertikai saat kerusuhan Poso dan Ambon atau realitas sosiologis saat terjadi konflik, bukan pendapat pribadi Pak JK," kata Husain kepada iNews.id, Senin (13/4/2026).

"Realitasnya saat itu, kedua pihak yang berkonflik (Islam dan Kristen) menggunakan jargon agama untuk saling membunuh. Pemahaman mereka atau mereka beranggapan, baik yang Islam maupun yang Kristen jika membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga," katanya.

Konflik Poso dan Ambon, kata Husain, merupakan konflik bernuansa SARA yang sulit dihentikan dan menelan ribuan korban jiwa, yakni sekitar 2.000 orang di Poso dan 5.000 di Ambon. Dalam ceramahnya, JK menegaskan pemahaman yang berkembang saat itu harus diluruskan, karena saling membunuh tidak dibenarkan dalam agama mana pun.

"Maka Pak JK mengatakan Anda semua akan masuk neraka jika saling membunuh, bukan masuk surga. Karena tidak ada agama yang mengajarkan untuk bertindak demikian," tambah Husain.

Husain menegaskan, apa yang disampaikan JK bukanlah pendapat pribadi, melainkan gambaran kondisi nyata yang berkembang saat konflik, sekaligus pendekatan yang digunakan untuk meredam pertikaian.

Topik Menarik