Perundingan Damai AS-Iran Putaran Ke-2, Trump Utus Wapres JD Vance Lagi?

Perundingan Damai AS-Iran Putaran Ke-2, Trump Utus Wapres JD Vance Lagi?

Terkini | inews | Rabu, 15 April 2026 - 07:19
share

WASHINGTON, iNews.id - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance kemungkinan akan kembali memimpin delegasi AS di tengah mencuatnya perundingan putaran kedua dengan Iran.

CNN, mengutip sumber pejabat AS, melaporkan Vance akan kembali diutus Trump, bersama utusan khusus Steve Witkoff serta penasihat Jared Kushner.

Belum ada tanggapan atau pernyataan resmi dari Gedung Putih soal penunjukan Vamce, termasuk kapan pastinya perundingan digelar. Departemen Luar Negeri (Deplu) AS saat dikonformasi, meminta jurnalis untuk menanyakan langsung ke Gedung Putih.

Dalam wawancara dengan The New York Post, Selasa (14/4/2026), Trump mengungkap perundingan damai AS dengan Iran segera dimulai kembali. Bahkan dia menyebut perundingan mungkin akan berlangsung dalam 2 hari.

"Anda sebaiknya tetap di sana (Islamabad), sungguh, karena sesuatu mungkin akan terjadi dalam 2 hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk berangkat ke sana," kata Trump.

Dia dengan yakin memastikan, perundingan dengan Iran kemungkinan besar berlanjut berkat kerja keras dari Pakistan selaku mediator pertemuan.

"Kemungkinan besar, Anda tahu mengapa? Karena Marsekal Lapangan (Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir) melakukan tugas dengan hebat," ujarnya.

Sebelumnya Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan, pihaknya sedang melakukan upaya untuk merampungkan isu-isu yang belum disepakati antara AS dan Iran.

Setelah upaya diplomatik bersama Turki, Arab Saudi, dan Mesir, Pakistan berhasil mewujudkan gencatan senjata 2 minggu perang sejak pecahnya perang pada 28 Februari.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menegaskan, tidak ada suasana negatif yang dirasakan, bahkan setelah gagalnya perundingan. Ini atmosfer yang baik, pertanda bahwa perundingan bisa kembali digelar.

“Saya tidak ingin berspekulasi, tapi ada peluang,” katanya, seraya menegaskan pihaknya sedang melakukan berbagai upaya mengenai kemungkinan pembicaraan lanjutan di masa mendatang.

Topik Menarik