Intelijen Israel Ungkap AS Hanya Mampu Perang Lawan Iran Maksimal Seminggu
TEL AVIV, iNews.id - Sumber intelijen Israel mengungkap, kapasitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah hanya mampu mendukung pengeboman intensif terhadap Iran selama 3 hingga 5 hari, demikian laporan surat kabar Inggris Financial Times (FT), mengutip pejabat intelijen Israel.
Disebutkan pula, untuk serangan dengan intensitas lebih rendah, militer AS bisa melakukan operasi udara terhadap Iran sedikit lebih lama yakni seminggu.
Militer AS dilaporkan telah menyiagakan 300 lebih pesawat militer di Timur Tengah untuk menghadapi kemungkinan perang melawan Iran. Sebanyak 70 persen dari armada udara yang disiagakan adalah jet tempur dari berbagai model, di antaranya F-15, F-35, hingga F-22 Raptor.
Selain itu AS mengerahkan banyak pesawat tanker untuk membantu pengisian bahan bakar di udara. Armada lain yang dikerahkan adalah pesawat pengintai dan pesawat perang elektronik. Namun belum ada laporan pengerahan pesawat pengebom B-2 seperti dilakukan dalam serangan ke Iran pada 22 Juni 2025.
Surat kabar The New York Times (NYT) pada Senin lalu melaporkan, Presiden Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan serangan terbatas jika negosiasi nuklir tak memenuhi kehendak AS. Serangan bisa ditingkatkan menjadi skala besar, jika gempuran terbatas itu tak juga memberikan dampak.










