Uni Eropa Berencana Tangguhkan Ratifikasi Kesepakatan Dagang dengan AS
IDXChannel - Parlemen Eropa mempertimbangkan pembekuan proses ratifikasi perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dengan Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Bloomberg pada Senin (23/2/2026), Parlemen Eropa ingin menerima informasi rinci dari pemerintah AS mengenai kebijakan perdagangan terbarunya.
Pekan lalu, Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal yang menjadi fokus utama perjanjian dagang antara Brussel dan Washington. Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif global baru hingga 15 persen.
Menurut Ketua Komite Perdagangan Parlemen Eropa, Bernd Lange, pihaknya akan menggelar rapat darurat pada Senin untuk membahas masalah tersebut.
“Kekacauan bea cukai murni dari pihak pemerintah AS,” kata Lange di media sosial pada Minggu.
“Tidak ada yang bisa memahaminya. Hanya ada pertanyaan yang tidak terjawab dan ketidakpastian yang semakin meningkat bagi Uni Eropa dan mitra dagang AS lainnya," katanya.
Parlemen Eropa pernah membekukan proses ratifikasi ini, dipicu upaya Trump mencaplok Greenland dari Denmark.
Kesepakatan yang dicapai musim panas lalu itu akan memberlakukan tarif 15 persen pada sebagian besar ekspor Uni Eropa ke AS, serta menghapus tarif pada barang-barang AS yang masuk ke blok tersebut. AS juga akan tetap memberlakukan tarif 50 persen pada impor baja dan aluminium Eropa.
Blok tersebut menyetujui kesepakatan yang timpang ini dengan harapan menghindari perang dagang besar-besaran dengan Washington dan mempertahankan dukungan keamanan AS, khususnya terkait Ukraina.
Parlemen Eropa sebelumnya menargetkan untuk meratifikasi perjanjian tersebut pada Maret 2026. (Wahyu Dwi Anggoro)










