Waspadai Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 26 Februari

Waspadai Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 26 Februari

Terkini | idxchannel | Senin, 23 Februari 2026 - 10:14
share

IDXChannel - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 23-26 Februari 2026.

BMKG mendeteksi adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 22 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot. 

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa, Selat Makassar bagian Selatan dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTB," kata BMKG dalam keterangannya.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudera Hindia barat Kep. Nias, Samudera Hindia barat Bengkulu, Samudera Hindia selatan Banten, Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Lampung, Samudera Hindia selatan NTT, Laut Natuna Utara.

Kemudian, Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku, Samudera Pasifik utara Papua Barat, Samudera Pasifik utara Papua, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian timur, Laut Flores, Samudera Pasifik utara Maluku, Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian timur.

Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudera Hindia selatan Bali, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, Samudera Hindia selatan Jawa Timur, Samudera Hindia selatan NTB.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. 

Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), dan Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m).

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," tuturnya.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik