Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual Berkedok Casting Film yang Viral di Medsos

Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual Berkedok Casting Film yang Viral di Medsos

Terkini | inews | Senin, 23 Februari 2026 - 12:26
share

JAKARTA, iNews.id – Dugaan pelecehan seksual berkedok casting film yang dialami remaja 17 tahun viral di media sosial dan menjadi perbincangan luas. Kasus ini bukan sekadar cerita viral, tetapi juga menjadi pengingat penting agar siapa pun berani bersuara jika mengalami hal serupa.

Pengakuan korban dibagikan melalui akun X @adnazraa dan telah dilihat lebih dari 1,5 juta pengguna. Netizen memberi dukungan penuh bagu korban. 

Lantas, seperti apa kejadian dugaan pelecehan seksual berkedok casting film yang viral di media sosial ini? Berikut kronologi lengkap yang diungkap korban.

Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual Berkedok Casting Film 

Awal Mula: Melamar Casting Film

Korban, Adine (nama disebut dalam unggahan), awalnya melamar casting film thriller psikologis. Ia menghubungi nomor yang tercantum dalam informasi lowongan.

Namun, ia justru dihubungi langsung oleh sosok yang mengaku sebagai sutradara, bukan oleh tim casting atau agensi resmi. Di sinilah titik awal interaksi tersebut dimulai.

Singkat cerita, Adine diundang untuk casting secara offline. Dalam pertemuan itu, ia mengaku diperlakukan dengan sangat baik, diberi makan dan ditempatkan di ruang VIP.

Perlakuan tersebut membuatnya merasa dihargai dan tidak menaruh kecurigaan. Situasi yang terlihat profesional dan meyakinkan inilah yang sering kali membuat korban merasa aman di awal.

Empat hari setelah casting, Adine diberi kabar bahwa dirinya lolos. Ia kemudian diberitahu bahwa peran tersebut mengandung unsur sensual.

Tak lama kemudian, sutradara mengirimkan video dewasa yang disebut sebagai referensi pendalaman karakter. Permintaan itu menjadi titik perubahan situasi.

Korban juga diminta mengirim foto dengan pose tidak pantas. Bahkan, menurut pengakuannya, ada tawaran sejumlah uang untuk tindakan seperti mencium dan menyentuh bagian tubuh tertentu.

Rangkaian permintaan tersebut dinilai korban sudah mengarah pada dugaan pelecehan seksual.

Memilih Mundur dan Bersyukur Bisa Tersadar

Merasa tertekan dan tidak nyaman, Adine akhirnya memutuskan mundur dari proyek tersebut.

“Thank God sudah diberi kesadaran dengan cepat, dan sudah diselamatkan dari orang mesum begitu,” tulisnya, dikutip Senin (23/2/2026).

Ia juga menyebut bukan hanya dirinya yang mengalami perlakuan serupa.

“Masih ada talent yang belum sadar, tapi untungnya lebih banyak talent yang memutuskan untuk mundur. Kejadian ini akan menjadi pelajaran besar untuk aku yang baru di industri ini. With love, Adine,” tambahnya.

Viral dan Dukungan untuk Korban

Unggahan tersebut mendapat dukungan luas. Banyak warganet mengapresiasi keberanian korban untuk berbicara.

“Hi kak, thank you for speaking up about this. Ini pasti nggak mudah buat kamu…” tulis salah satu akun.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelecehan bisa terjadi dengan modus yang tampak profesional dan meyakinkan. Edukasi, keberanian untuk berkata tidak, serta berani bersuara menjadi langkah penting untuk mencegah korban berikutnya.

Bagi siapa pun yang mengalami situasi serupa, penting untuk:

- Tidak merasa bersalah atas tindakan pelaku
- Segera menjauh dari situasi yang tidak nyaman
- Menyimpan bukti percakapan atau komunikasi
- Mencari dukungan dari orang terpercaya atau pendamping hukum 

Hingga kini, terduga pelaku masih belum diketahui pun muncul ke publik untuk menyampaikan klarifikasi maupun permintaan maaf.

Topik Menarik