Iran: AS Tak Berhak Serang Kami dengan Alasan Demonstrasi Rusuh

Iran: AS Tak Berhak Serang Kami dengan Alasan Demonstrasi Rusuh

Terkini | inews | Kamis, 29 Januari 2026 - 13:34
share

TEHERAN, iNews.id - Pemerintah Iran menegaskan Amerika Serikat (AS) tidak memiliki legitimasi untuk menyerang negaranya dengan dalih demonstrasi anti-pemerintah yang berujung rusuh. Teheran menilai isu unjuk rasa kerap dipolitisasi sebagai pembenaran tekanan dan agresi militer terhadap Iran.

Pernyataan ini disampaikan juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, menyusul tibanya gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln beserta sejumlah kapal perang destroyer milik AS di Timur Tengah. Kehadiran armada tersebut memicu spekulasi luas soal kemungkinan serangan terhadap Iran.

Terkait demonstrasi anti-pemerintah yang pecah sejak 28 Desember 2025, Mohajerani menegaskan isu tersebut tidak bisa dijadikan dalih oleh AS untuk melakukan intervensi militer.

“Seperti telah disampaikan Presiden Masoud Pezeshkian, kami berduka atas semua orang yang kehilangan nyawa dalam unjuk rasa,” katanya, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (29/1/2026).

Mohajerani menyebut lebih dari 3.000 korban jiwa bukan angka yang kecil. Namun, dia juga menegaskan pemerintah tidak akan melupakan pembunuhan brutal terhadap pasukan keamanan Iran selama kerusuhan berlangsung.

“Kami tidak akan melupakan pembunuhan brutal yang dilakukan terhadap pasukan keamanan kami. Kami tidak asing lagi dengan masa-masa sulit seperti ini,” ujarnya.

Pemerintah Iran, lanjut Mohajerani, yakin krisis dalam negeri dapat diatasi tanpa campur tangan asing. Pendekatan dialog dengan masyarakat dinilai sebagai jalan utama untuk meredakan ketegangan dan mengakomodasi tuntutan publik.

Dia menjelaskan, pemerintah telah mengadopsi pendekatan berbeda terhadap para demonstran dengan membuka ruang dialog bagi kelompok-kelompok yang melakukan aksi damai, bukan perusuh bersenjata.

“Pemerintah mengajak berdialog para pemimpin demonstrasi damai yang tulus menyuarakan tuntutan mereka,” katanya.

Sementara itu, penyelidikan terhadap demonstrasi rusuh dan berbagai tindakan kekerasan masih berlangsung. Laporan resmi terkait hal tersebut dijadwalkan akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.

Mohajerani menegaskan militer negaranya berada dalam kondisi siap tempur penuh untuk menghadapi segala skenario perang, baik dari AS maupun Israel.

“Di tengah ancaman ini, kami mendengar genderang perang berdentum di media asing. Ini bukan pertama kalinya kami menghadapi ancaman seperti itu. Kami sebelumnya telah mengalami perang multi-fase,” ujarnya.

Dia memperingatkan, setiap serangan terhadap Iran akan langsung dibalas secara cepat dan menyeluruh. Teheran tidak akan tinggal diam jika kedaulatan negara dilanggar.

Kekhawatiran akan potensi serangan terbaru AS terhadap Iran semakin menguat, terutama setelah insiden pada 22 Juni 2025. Pemerintah AS menyatakan semua opsi, termasuk operasi militer, terhadap Iran tetap terbuka.

Namun bagi Teheran, satu hal ditegaskan: gejolak internal Iran bukan alasan yang sah bagi pihak luar untuk melancarkan serangan militer terhadap negara tersebut.

Topik Menarik