Mediasi Buntu, Guru SD di Pamulang yang Nasihati Murid Tetap Dipolisikan meski Sudah Minta Maaf

Mediasi Buntu, Guru SD di Pamulang yang Nasihati Murid Tetap Dipolisikan meski Sudah Minta Maaf

Terkini | inews | Kamis, 29 Januari 2026 - 17:24
share

TANGSEL, iNews.id - Pihak kepolisian telah memfasilitasi digelarnya mediasi antara guru swasta SD di Pamulang, Tangerang Selatan, Christiana Budiyati dan orang tua murid yang melaporkannya setelah tak terima anaknya dinasihati. Namun, mediasi keduanya belum menemukan titik temu.

Menurut Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, mediasi digelar pada Rabu (28/1/2026). Usai mediasi buntu, maka laporan masih akan terus dilanjutkan pihak kepolisian.

“Untuk saat ini pelapor memutuskan untuk tetap melanjutkan laporan polisi yang sudah dilaporkan di Polres Tangerang Selatan,” kata Boy dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).

Ia mengatakan, guru tersebut sudah menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan nasihat yang diberikan untuk kebaikan sang anak. Pelapor, saat ini memilih untuk melanjutkan kasus tersebut, namun tetap membuka peluang restorative justice.

“Pelapor menyampaikan masih membuka ruang mediasi atau restorative justice masih terbuka di kemudian hari,” ujar dia.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Agustus 2025. Dari laporan yang dilayangkan orang tua murid, guru tersebut  diduga mengucapkan perkataan yang dinilai kurang pantas kepada muridnya. 

"Pada saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar seorang siswa ini diduga katakan ada perkataan kurang ajar oleh salah satu teman guru, yang bersangkutan si anak melaporkan pada orang tua. Orang tua mencoba untuk bertemu dengan guru menyampaikan tetapi tidak ada titik temu," jelas Budi Rabu (28/1/2026). 

Kepada polisi, orang tua murid juga mengaku meminta agar sang guru meminta maaf di hadapan forum di depan kelas. Akan tetapi, hal itu belum dilakukan hingga berujung pelaporan polisi. 

"Ada permohonan maaf dari guru kepada siswa tersebut, tetapi ini ditunggu mulai Agustus-Desember 2025 tidak ada permintaan maaf di depan forum atau di depan kelas artinya disaksikan orang banyak," ungkapnya. 

"Nah akhirnya membuat laporan, ini masih didalami dan kita berharap perkara-perkara seperti ini kelayakan kebesaran hati kedua belah pihak untuk kita bisa sama-sama menyelesaikan," jelas dia.

Topik Menarik