Harlah Satu Abad NU, PBNU Undang Presiden Prabowo di Istora Senayan

Harlah Satu Abad NU, PBNU Undang Presiden Prabowo di Istora Senayan

Terkini | inews | Kamis, 29 Januari 2026 - 03:59
share

JAKARTA, iNews.id – Organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), akan genap berusia satu abad atau 100 tahun dalam penanggalan Masehi pada Sabtu, 31 Januari 2026. Menandai tonggak sejarah tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal menggelar puncak peringatan Harlah ke-100 di Istora Senayan, Jakarta.

Acara ini akan menjadi momentum akbar bagi jutaan nahdliyin untuk merefleksikan perjalanan satu abad sekaligus menatap masa depan peradaban.

Ketua PBNU, Rumadi Ahmad mengatakan, peringatan Harlah Satu Abad NU akan dihadiri oleh seluruh elemen struktural NU dari pusat hingga daerah. Tak hanya itu, Presiden Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir untuk memberikan amanat.

"Ya, kita peringati pas di tanggal pendirian NU, 31 Januari. Bapak Presiden Prabowo Subianto juga kami undang untuk memberikan amanat pada Harlah 100 tahun NU," ujar Rumadi Ahmad di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Rangkaian acara akan dimulai sejak pukul 06.00 WIB pagi yang diawali dengan agenda spiritual berupa istighosah kubro, Mahallul Qiyam, dan doa bersama.

Setelahnya, pada pukul 08.00 WIB, akan digelar Rapat Akbar yang melibatkan Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, hingga badan otonom dan badan khusus NU di seluruh tingkatan.

Tema Harlah NU

Puncak acara tidak hanya berisi seremonial. PBNU juga menjadwalkan agenda khusus berupa donasi untuk bencana sebagai bentuk empati atas musibah yang melanda Indonesia beberapa waktu terakhir. 

Peringatan satu abad ini mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia".

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menjelaskan bahwa tema ini merupakan kristalisasi dari visi besar NU untuk kemanusiaan global.

"Jam'iyyah ini didirikan untuk membangun peradaban. Itu berarti bukan hanya untuk bangsa Indonesia saja, bukan hanya untuk kaum mu'minin, tapi untuk seluruh umat manusia," kata Gus Yahya.

Dalam acara puncak tersebut, selain arahan Presiden, para peserta akan menyimak video perjalanan 100 tahun NU, Pidato Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, serta Taujihat (pengarahan) dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Harlah ke-100 ini menjadi jembatan sejarah bagi NU untuk terus konsisten menjaga keutuhan NKRI sekaligus berkontribusi aktif dalam menciptakan kedamaian dunia.

Topik Menarik