Presiden Maduro Dihadirkan ke Pengadilan New York Hari Ini, Apa Saja Tuduhannya?
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Senin (5/1/2026), akan dihadirkan di pengadilan federal Amerika Serikat (AS) di New York untuk mendengarkan dakwaan atas kejahatan narkoba dan lainnya.
Para pejabat AS menyebut serangan terhadap Venezuela sebagai tindakan penegakan hukum, bukan agresi terhadap suatu negara. AS ingin meminta pertanggungjawaban Maduro Maduro atas tuduhan kriminal yang diajukan pada 2020, menuduhnya melakukan konspirasi terorisme narkoba.
Pria 63 tahun itu menghadapi dakwaan memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok geng narkoba besar, seperti Kartel Sinaloa dan Tren de Aragua.
Jaksa penuntut menyebut Maduro mengarahkan rute perdagangan kokain, serta memanfaatkan militer untuk melindungi pengiriman, melindungi kelompok-kelompok perdagangan narkoba yang kejam, serta menggunakan fasilitas kepresidenan untuk mengirim obat terlarang.
Tuduhan yang pertama kali diajukan pada 2020 itu diperbarui kembali pada Sabtu. Dakwaan menambahkan istrinya, Cilia Flores, yang dituduh memerintahkan penculikan dan pembunuhan.
Maduro membantah melakukan pelanggaran narkoba.
Trump juga menyebut faktor lain, penangkapan Maduro juga dipicu masuknya imigran Venezuela ke Amerika Serikat dan keputusan negara itu untuk menasionalisasi kepentingan minyak AS puluhan tahun silam.
"Kita merebut kembali apa yang mereka curi," katanya, kepada wartawan di pesawat Air Force One dalam penerbangan ke Washington DC dari Florida, dikutip dari Reuters.
Perusahaan minyak AS akan kembali ke Venezuela dan membangun kembali industri perminyakan di sana.
"Mereka akan menghabiskan miliaran dolar dan akan mengambil minyak dari dalam tanah," ujarnya.
Sementara itu, Venezuela menegaskan Maduro tetap berkuasa. Dia dianggap sebagai presiden satu-satunya.
Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang mengambil alih kepemimpinan sementara Venezuela, membantah tuduhan Trump bahwa dia bersedia bekerja sama dengan AS.
Perempuan yang juga menjabat menteri perminyakan itu merupakan sekutu dekat Maduro, sehingga tak akan mengkhianatinya.










