35.000 Dapur MBG Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Jangkau 82,9 Juta Penerima Manfaat

35.000 Dapur MBG Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Jangkau 82,9 Juta Penerima Manfaat

Terkini | inews | Selasa, 6 Januari 2026 - 20:10
share

BOGOR, iNews.id - Pemerintah menargetkan pembangunan 35.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rampung pada tahun 2026. Target ini untuk memastikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh pelosok tanah air.

“Ada kurang lebih 19.000 SPPG yang sudah terbangun. Target di tahun 2026 harus selesai kurang lebih nanti akan ada sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat,” ucap Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi kepada wartawan di sela-sela kegiatan retreat di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara statistik 99,99 persen berhasil. Meski begitu, Prabowo mengakui Program MBG saat ini masih ada kekurangan. 

“Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti,” ujar Prabowo saat memberikan taklimat awal tahun dalam retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Namun, Prabowo menegaskan kekurangan yang ada harus bisa diperkecil. Oleh karena itu, Program MBG harus bisa terus dirasakan dengan baik oleh masyarakat.

“Tapi kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99 persen berhasil,” tuturnya.

Presiden Prabowo mengatakan per 6 Januari 2026, jumlah penerima program sudah mencapai 55 juta jiwa. Penerimanya telah mencakup siswa sekolah hingga ibu hamil.

“Kita mulai dengan 6, pada tanggal 6 Januari 2025, hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat, 55 juta, 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari, dan termasuk ibu-ibu hamil,” kata Prabowo. 

Prabowo merasa bangga dengan capaian tersebut. Dia pun membandingkan dengan Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk bisa mencapai 40 juta penerima manfaat. 

“Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brasil, Presiden Brasil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat, kita satu tahun mencapai 55 juta penerima manfaat,” pungkasnya.

Topik Menarik