Prabowo Ungkap Strategi Transformasi Bangsa Berbasis Ketahanan Pangan dan Energi
BOGOR, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto, memaparkan secara mendalam terkait visi besar pemerintahannya yang dirangkum dalam 'Strategi Transformasi Bangsa'. Menurutnya, strategi ini bukan sekadar wacana, melainkan hasil kajian mendalam selama puluhan tahun.
Prabowo menuturkan, hal ini bertujuan utama membawa Indonesia menjadi negara yang mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri.
Dalam Taklimat bersama menteri dan wakil menteri di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), Prabowo menegaskan, esensi dari kemandirian bangsa adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa bergantung pada negara lain.
"Bangsa Indonesia harus mandiri. Tidak ada bangsa yang merdeka bilamana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya," ucap Prabowo.
Prabowo menambahkan, pondasi awal dari strategi ini adalah pencapaian swasembada pangan dan swasembada energi. Ia menekankan bahwa ketergantungan pada impor, di tengah dinamika konflik global dan ketidakpastian dunia, merupakan risiko besar bagi kedaulatan nasional.
Hasil Liga Italia 2025-2026 Semalam: Lazio vs Bologna Imbang 1-1, Napoli Sikat Juventus 2-1
Baginya, ketahanan pangan mencakup ketersediaan karbohidrat seperti beras, jagung, dan singkong, serta pemenuhan protein bagi seluruh rakyat.
Keberhasilan strategi ini mulai terlihat nyata. Per 31 Desember 2025, Indonesia secara resmi dinyatakan telah mencapai swasembada beras. Kepala Negara mengungkapkan rasa bangganya atas capaian cadangan beras nasional yang saat ini menembus angka lebih dari 3 juta ton di gudang pemerintah.
Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia, melampaui masa pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto yang berada di angka 2 juta ton.
Selain pangan, Strategi Transformasi Bangsa juga diwujudkan melalui program Makan Bergizi Gratis. Program yang tepat berjalan satu tahun pada hari ini telah menjangkau 55 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak sekolah dan ibu hamil.
Angka ini diklaim jauh lebih cepat dibandingkan negara lain seperti Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima.
"Kita harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan. Ini tugas mulia dan kita perlu keyakinan," kata Prabowo.
Melalui swasembada pangan dan energi, pemerintah optimis Indonesia akan lepas dari jerat kemiskinan dan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang disegani di dunia internasional.










