Tembakan Terdengar Dekat Istana Kepresidenan Venezuela, Gedung Pemerintah Dijaga Lapis Baja
JAKARTA – Suara tembakan hebat dilaporkan terjadi di luar Istana Kepresidenan Miraflores di Caracas, Venezuela, pada Senin (5/1/2026), hanya beberapa hari setelah Presiden Nicolas Maduro diculik pasukan khusus Amerika Serikat (AS) dalam serangan di ibu kota.
Video yang diunggah di media sosial menunjukkan tentara bersenjata dan kendaraan lapis baja di luar gedung-gedung pemerintah.
Ada juga laporan tentang ledakan serta pengaktifan senjata pertahanan udara. AFP, mengutip sumber di Venezuela, mengatakan “situasi terkendali.”
Sumber AFP menambahkan bahwa pasukan keamanan melepaskan tembakan sebagai respons terhadap drone tak dikenal yang terbang di atas Miraflores.
Pasukan dimobilisasi setelah komando AS menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026) dan membawa mereka ke New York, di mana keduanya didakwa atas tuduhan perdagangan narkoba. Sekutu dekat Maduro, Wakil Presiden Delcy Rodríguez, diangkat sebagai presiden sementara. Ia mengutuk operasi AS sebagai “serangan imperialis.”
Maduro membantah semua tuduhan ketika dibawa ke hadapan hakim AS pada Senin, dan menyebut dirinya sebagai “tawanan perang.” Menteri Luar Negeri Yvan Gil mengatakan AS telah melancarkan “perang kolonial” untuk menjarah sumber daya alam Venezuela. “Hari ini, itu Venezuela. Besok bisa jadi negara lain yang memutuskan untuk menjalankan kedaulatannya,” tambahnya.
Moskow dan Beijing juga mengutuk serangan AS tersebut, dengan utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyebutnya sebagai “perampokan internasional.”










