Deklarasi IMPKA, Mahasiswa-Pelajar Wanam Wogikel Komitmen Jadi Penggerak Perubahan

Deklarasi IMPKA, Mahasiswa-Pelajar Wanam Wogikel Komitmen Jadi Penggerak Perubahan

Nasional | sindonews | Sabtu, 7 November 2026 - 20:13
share

Mahasiswa dan pelajar asal Wanam Wogikel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mendeklarasikan Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Kalai Anim (IMPKA) di Honai Patung Hati Kudus Yesus, Merauke, hari ini. Deklarasi tersebut menjadi momentum konsolidasi generasi muda untuk memperkuat kepemimpinan, menjaga identitas budaya, dan meningkatkan peran dalam pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Penataan Kampung pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Merauke Ambrosius Mahuze, bersama mahasiswa dan pelajar Wanam Wogikel.

Ketua IMPKA Emanuel Talpia Yolmen menegaskan generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjadi penggerak perubahan. Menurut Emanuel, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Teknologi PM-AAS Dongkrak Panen Padi di Merauke Melonjak 6 Kali Lipat

“Jangan kita memandang pendidikan hanya untuk mengejar gelar atau jabatan, tetapi bagaimana ilmu yang kita peroleh mampu memberikan manfaat nyata, membawa perubahan, dan senantiasa menebar kebaikan bagi masyarakat,” tegas Emanuel, Sabtu (7/11/2026). Emanuel juga mengajak generasi muda merefleksikan kembali pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang kekuatan sepuluh pemuda yang mampu mengguncang dunia. Emanuel menekankan perubahan besar tidak selalu ditentukan oleh banyaknya orang, melainkan oleh keberanian, persatuan, dan komitmen untuk bertindak.

Lihat video: Kunker Perdana, Prabowo Tinjau Lumbung Pangan Nasional di Merauke

Melalui IMPKA, Emanuel berharap mahasiswa dan pelajar Wanam Wogikel mampu mengembangkan potensi, memperkuat solidaritas, serta mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di kampung halaman.

Sedangkan Ambrosius Mahuze menyambut positif deklarasi IMPKA sebagai langkah awal pembinaan karakter dan penguatan kepemimpinan generasi muda. Ambrosius menilai organisasi bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

“Kami sebagai orang tua, sebagai senior, kami tetap mendukung anak-anak kami agar mereka bertumbuh dalam organisasi sehingga karakter mereka terbina,” ujar Ambrosius.

Ambrosius berharap mahasiswa dan pelajar terus menggali potensi melalui pengalaman berorganisasi sebagai bekal mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Menurutnya, generasi muda yang mendapatkan pembinaan dengan baik dapat menghadirkan gagasan kreatif dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan Kabupaten Merauke, khususnya di wilayah asal mereka.

Selain pengembangan kapasitas, deklarasi IMPKA turut menekankan pentingnya menjaga persatuan dan identitas budaya. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa dan pelajar untuk merawat nilai-nilai adat, memperkuat hubungan antargenerasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat Wanam Wogikel.

Kegiatan yang ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi tersebut menjadi penegasan komitmen bersama untuk membangun IMPKA sebagai wadah pendidikan, persatuan, dan pengabdian yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Topik Menarik