Dukung UMKM Perempuan, RupiahCepat Beri Bantuan Usaha dan Akses Pasar

Dukung UMKM Perempuan, RupiahCepat Beri Bantuan Usaha dan Akses Pasar

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 6 November 2026 - 14:52
share

PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat) menyalurkan dana bantuan pengembangan usaha senilai lebih dari Rp30 juta kepada 10 womenpreneur terpilih melalui program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 by GROW with RupiahCepat. Dua peserta juga diberi kesempatan memperluas akses pasar melalui Pameran FinExpo dalam peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) OJK 2026 di Bandung, 29 Oktober–1 November 2026.

"Melalui program ini kami ingin mendukung womenpreneurs agar semakin percaya diri dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. Kami berharap dana bantuan pengembangan usaha serta kesempatan memperluas jaringan pasar dapat menjadi langkah nyata bagi para peserta untuk bertumbuh secara berkelanjutan," ujar Direktur RupiahCepat, Anna Maria Chosani, dalam keterangan resmi Jumat (6/11/2026).

Baca Juga:RupiahCepat Dorong UMKM Perempuan Optimalkan Penjualan Digital

Program tersebut berangkat dari peran besar UMKM perempuan dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data OJK 2025–2026, sekitar 64,5 dari 65,5 juta UMKM di Indonesia dikelola perempuan, dengan jumlah wirausaha perempuan mencapai 37 juta orang, meski sebagian masih menghadapi tantangan pengelolaan arus kas, pemasaran digital, dan konversi interaksi media sosial menjadi penjualan.

Bootcamp dimulai pada Agustus 2026 dan menarik lebih dari 270 pendaftar dari 24 provinsi. Setelah seleksi, 30 womenpreneur dari 14 provinsi mengikuti rangkaian pelatihan daring pada September–Oktober 2026.Peserta memperoleh empat sesi pelatihan yang mencakup Business Model Canvas, pengelolaan operasional usaha, optimasi marketplace, serta strategi pemasaran dan iklan digital bersama praktisi Perry Primanda dan Nugraha Andaf. Program juga diperkuat pendampingan melalui WhatsApp, konsultasi bisnis privat melalui Zoom, dan edukasi literasi keuangan digital yang legal, aman, dan bertanggung jawab.

Sepuluh penerima bantuan berasal dari berbagai daerah dan bidang usaha, mulai dari kuliner inovatif, perawatan rambut, fesyen, hingga minuman tradisional. Mereka adalah Aleta Puling (Almerani, Kupang), Azzahra Putri Wahyudi (Wawind, Bandung), Kayla Jasmine Panataran (Wikrama, Sleman), Novi Risdayanti (Doyami, Palembang), Novita Wisudawati (Pak Ombak, Pekanbaru), Olya Widowati Putri (deLollie, Gunungkidul), Siti Nurul Hidayah (Dapoer Katuyung, Martapura), Soffariati Ummi Rosyidah (Nyambelin, Malang), Tiurlan Anne Frida S (GKN Jahe Merah, Medan), dan Umi Rohana (Rehana Melodi, Batu).

Baca Juga:RupiahCepat Perkuat Keamanan Data Seiring Tingginya Ancaman Siber

Dua peserta terpilih, Siti Nurul Hidayah dan Soffariati Ummi Rosyidah, mengikuti Pameran BIK OJK 2026 untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas serta memperluas jejaring usaha. “Kesempatan mengikuti Pameran BIK OJK 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Dapoer Katuyung untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Saya berharap kesempatan ini dapat membuka peluang baru dan membantu usaha kami terus berkembang,” ujar Siti.

RupiahCepat terus berkomitmen memperkuat literasi keuangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku UMKM perempuan. Bantuan dana, pendampingan, dan akses pasar diharapkan membantu womenpreneur merealisasikan rencana bisnis serta membangun pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Topik Menarik