Harga Pangan Kian Mahal, Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120.000 per Kg
Harga sejumlah bahan pangan di pasar mengalami kenaikan pada Jumat, dengan komoditas cabai mencatat lonjakan paling mencolok hingga mencapai Rp120.000 per kilogram. Kenaikan tersebut menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat, terutama karena harga cabai merah keriting juga telah menembus Rp110.000 per kilogram.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang dipantau di Jakarta, harga cabai rawit hijau melonjak 53,16 menjadi Rp120.000 per kg. Sementara itu, cabai merah keriting naik 31,74 menjadi Rp110.000 per kg dan cabai rawit merah tercatat naik 25,7 menjadi Rp90.000 per kg.
Baca Juga:Harga Cabai Rawit Merah Kian Pedas, Tembus Rp124.400 per Kg
Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan lainnya. Harga bawang merah naik 5,12 menjadi Rp39.000 per kg, sedangkan bawang putih justru turun 4,58 menjadi Rp36.500 per kg.
Harga berbagai jenis beras turut mengalami kenaikan. Beras kualitas bawah I naik 20,4 dan bawah II naik 21,62, masing-masing menjadi Rp18.000 per kg. Beras medium I naik 8,11 dan medium II naik 9,42 menjadi Rp18.000 per kg, sedangkan beras kualitas super I naik 5,56 dan super II naik 8,88 menjadi Rp19.000 per kg.Kenaikan juga terjadi pada komoditas protein hewani. Harga daging sapi kualitas I naik 11,33 menjadi Rp170.000 per kg, telur ayam ras segar meningkat 8,18 menjadi Rp31.750 per kg, sedangkan daging ayam ras segar turun 1,28 menjadi Rp38.500 per kg. Adapun daging sapi kualitas II turun 16,49 menjadi Rp120.000 per kg.
Di sisi lain, harga gula pasir lokal naik 2,56 menjadi Rp20.000 per kg, sementara minyak goreng curah turun 16,46 menjadi Rp17.000 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I juga turun 1,64 menjadi Rp24.000 per liter.
Baca Juga:Ekspor Pupuk Timur Tengah Anjlok hingga 75, Harga Pangan Terancam Melambung di 2027
Catatan editor: Bahan awal tidak memuat pernyataan narasumber sehingga berita disusun berdasarkan data PIHPS tanpa menambahkan kutipan yang tidak tersedia. Terdapat pula ketidaksesuaian data cabai rawit merah dalam bahan awal: komoditas tersebut disebut naik 25,7 dan turun 6,44, tetapi keduanya mencantumkan harga Rp90.000 per kg. Angka tersebut sebaiknya diverifikasi sebelum diterbitkan.










