Paraguay Diguncang Krisis Perbankan, 3 Juta Nasabah Tak Bisa Akses Rekening

Paraguay Diguncang Krisis Perbankan, 3 Juta Nasabah Tak Bisa Akses Rekening

Ekonomi | sindonews | Kamis, 5 November 2026 - 08:55
share

Paraguay diguncang krisis perbankan setelah bank sentral mengambil alih Ueno Bank, salah satu lembaga pembiayaan digital terbesar di negara tersebut menyusul anjloknya rasio solvabilitas hingga jauh di bawah batas minimum yang diwajibkan undang-undang. Pengambilalihan itu menimbulkan ketidakpastian terhadap simpanan sekitar 3 juta nasabah serta dana publik senilai USD800 juta hingga USD850 juta yang dikelola bank tersebut.

Presiden Paraguay Santiago Peña mengatakan telah meminta Kepala Bank Sentral Carlos Carvallo mengundurkan diri dan menyepakati langkah bersama pimpinan parlemen untuk mempercepat pencairan dana nasabah serta menjamin pengembalian uang publik. Ia juga berjanji meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat dalam kolapsnya bank tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita Associated Press (AP).

Baca Juga:Jebakan Wawancara Kerja Palsu Berujung Dibobolnya Aset Kripto Rp114 Triliun

Dewan Bank Sentral Paraguay pada Senin malam waktu setempat secara bulat memutuskan menempatkan Ueno Bank dalam proses resolusi dan menyerahkan pengelolaannya kepada pejabat yang bertugas mengevaluasi kondisi keuangan serta melindungi aset bank. Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa setelah rasio solvabilitas Ueno, yakni perbandingan modal terhadap aset tertimbang menurut risiko, anjlok hingga kurang dari separuh batas minimum yang ditetapkan undang-undang.

Melalui mekanisme resolusi, regulator dapat memindahkan simpanan nasabah bank bermasalah ke lembaga keuangan lain sebelum melikuidasi sisa asetnya. Langkah tersebut ditempuh untuk melindungi dana nasabah sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap stabilitas sistem perbankan Paraguay.

Ueno Bank menyatakan memiliki sekitar 3 juta nasabah atau setara dengan sekitar 60 populasi orang dewasa Paraguay. Bank tersebut juga mengelola dana publik senilai USD800 juta hingga USD850 juta, termasuk sekitar USD380 juta investasi dari dana pensiun dan kesehatan milik negara.

Di tengah krisis tersebut, jaksa memerintahkan penangkapan delapan orang, termasuk Presiden Ueno Bank Juan Manuel Gustale dan CEO Federico Miguel Vázquez Villasanti, terkait penyelidikan dugaan pelanggaran kepercayaan dan tindak pidana lainnya. Hingga Selasa sore waktu setempat, dua direktur bank lainnya juga telah ditahan.

Baca Juga:Fantastis, Penutupan Selat Hormuz Rugikan Uni Eropa Rp2.576 Triliun

Krisis Ueno Bank turut memicu gejolak politik karena lembaga keuangan digital tersebut memiliki kedekatan dengan Presiden Peña. Peña bahkan membatalkan rencana perjalanannya ke sebuah konferensi tingkat tinggi internasional di Spanyol pada Senin malam untuk menangani perkembangan krisis tersebut.

Sebelum menjadi presiden, Peña diketahui pernah menjadi mitra bisnis Grupo Vázquez, konglomerasi pemilik Ueno Bank, hingga Maret 2025. Namun, pihak bank menyatakan Peña tidak pernah tercatat sebagai pemegang saham maupun investor di lembaga keuangan tersebut.

Topik Menarik