Usai Penggerebekan Besar-besaran, Pramono Instruksikan Forkopimda Tata Kampung Bahari

Usai Penggerebekan Besar-besaran, Pramono Instruksikan Forkopimda Tata Kampung Bahari

Nasional | sindonews | Selasa, 3 November 2026 - 12:12
share

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengerahkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jakarta Utara (Jakut) untuk terlibat membenahi Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lokasi tersebut sebelumnya digerebek polisi karena menjadi sarang peredaran narkotika.

Pramono menyebut penataan kampung Bahari ini juga sebagai tindak lanjut arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto. Ia menegaskan akan mendukung penuh upaya Polri dalam memberantas peredaran narkotika.

"Untuk Kampung Bahari kemarin Forkopimda Jakarta Utara bersama dengan Polda dan juga TNI dan seluruh Forkopimda yang ada sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti apa yang menjadi arahan dari Bapak Kapolda dan saya juga memerintahkan langsung untuk hal tersebut," kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Baca juga: Turun dari KRL, Ratusan Polisi Gerebek Kampung Bahari

Pramono juga berharap upaya pemberantasan narkoba ini bisa dilakukan secara konsisten atau tidak setengah-setengah. Dia pun menegaskan Pemprov DKI Jakarta siap menjadi bagian dari upaya pemberantasan narkoba tersebut.

Sebelumnya, ratusan personel Polri melakukan penggerebekan di kampung Bahari pada Minggu (1/11/2026). Penggerebekan itu turut dipantau langsung oleh Dadang.

Operasi ini merupakan bagian dari upaya membersihkan sejumlah kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba.

"Kami melakukan penyisiran atau pembersihan Kampung Narkoba. Prioritas utama dari pembersihan Kampung Narkoba di wilayah Polda Metro Jaya ini memang kita lakukan," kata Dadang kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).Adapun, prioritas pembersihan wilayah yang diduga menjadi sarang narkoba yakni Kampung Ambon, Kampung Boncos, dan Kampung Bahari. Operasi tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan yang telah disiapkan kepolisian.

Saat operasi dilakukan, para pelaku di Kampung Bahari diduga sudah mengetahui rencana penggerebekan. Sebab, kepolisian sebelumnya telah memberikan peringatan melalui media terkait operasi pemberantasan narkoba di sejumlah kawasan tersebut.

"Sejak lama saya sudah memberikan peringatan melalui media. Kemarin mereka sudah tahu kalau kita melakukan gerakan pembersihan di Ambon maupun di Boncos. Sehingga mereka benar-benar bersiap," ujar Dadang.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan, polisi telah mengetahui kondisi di lapangan sebelum mengerahkan personel untuk melakukan penggerebekan pada Minggu (1/11/2026) pagi.

Dadang mengakui, sejumlah pelaku melarikan diri saat petugas melakukan operasi. Namun, polisi telah mengantongi informasi mengenai identitas dan keberadaan para pelaku yang menjadi target penindakan."Pelakunya kita sudah paham. Mereka melarikan diri, tetapi mereka tidak akan lepas," tegasnya.

Sementara itu, bedasarkan video yang diterima tim iNews Media Group, ratusan aparat kepolisian berangkat dari stasiun Tanjung Priok dan bergerak menggunakan commuter line. Kereta kemudian berhenti di kawasan Kampung Bahari dan petugas langsung turun untuk menyisir lapak-lapak di pinggir rel.

Sejumlah petugas dengan tegas mendobrak lapak-lapak yang digunakan untuk melakukan transaksi barang haram tersebut. Dalam operasi tersebut petugas sempat mendapat perlawanan dari warga dengan diserang menggunakan petasan.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang menghalangi jalannya operasi. Selain para pengguna narkotika, petugas juga menyita sejumlah senjata api, puluhan senjata tajam serta narkotika jenis ganja dan sabu.

Topik Menarik