Massa Penolak Konser Andrea Bocelli Salat Zuhur di Jalan Medan Meredeka Selatan

Massa Penolak Konser Andrea Bocelli Salat Zuhur di Jalan Medan Meredeka Selatan

Nasional | sindonews | Selasa, 3 November 2026 - 12:50
share

Massa pendukung Palestina yang menggelar aksi menolak konser Andrea Bocelli melaksanakan salat Zuhur berjemaah di Jalan Medan Merdeka Selatan, dekat kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). Mereka salat di hadapan blokade aparat kepolisian yang berjaga mengamankan jalannya aksi.

Pantauan di lokasi, massa menggelar salat zuhur di ruas jalan. Sejumlah personel kepolisian yang bertugas mengamankan aksi juga turut mengikuti salat berjamaah bersama massa.

Seusai salat Zuhur, massa membubarkan diri dan melanjutkan konvoi kembali menuju kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, massa dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menggelar unjuk rasa menolak konser penyanyi opera asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Massa Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Kibarkan Bendera Palestina di Kawasan Patung KudaPantauan di lokasi, massa yang terdiri dari laki-laki, perempuan, anak muda hingga anak-anak turut mengikuti aksi tersebut. Mereka membawa bendera Palestina saat menyampaikan aspirasi.

Aksi tersebut diisi dengan orasi yang menyerukan penolakan terhadap penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di JIExpo New Hall, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa malam.

Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Bachtiar Nasir mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap konser yang dinilai tidak menunjukkan keberpihakan kepada kemerdekaan Palestina.

"Karena sampai hari ini, kami tidak mendengarkan satu patah kata pun bahwa dia (Andrea Bocelli) berpihak pada kemerdekaan Palestina. Tidak ada keberpihakan kepada rakyat Gaza," kata Bachtiar.

Bachtiar juga mempersoalkan narasi kemanusiaan yang dibawa dalam konser tersebut. "Apa yang dia sebut sebagai konser kemanusiaan adalah konser kemanusiaan yang tidak berimbang. 9 juta dolar yang dikumpulkan untuk tentara-tentara Israel adalah sebuah kejahatan untuk membantai rakyat di Gaza," ujarnya.Dia turut mempertanyakan sikap Andrea Bocelli terhadap situasi kemanusiaan di Palestina. Bachtiar menilai belum ada pernyataan yang menunjukkan simpati terhadap warga Gaza.

"Mana pernyataan mereka buat anak-anak Gaza? Mana pernyataan mereka buat anak-anak Palestina? Mana pernyataan mereka untuk kemerdekaan? Ini yang kami tuntut dari dari mereka," katanya.

Lebih lanjut, Bachtiar menyebut aksi konvoi dari Tebet menuju Monas tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum. Dia mengatakan pihaknya ingin menyampaikan penolakan tanpa melakukan tindakan anarkistis.

"Ya hari ini kita sudah nyatakan pendapat, selebihnya kita serahkan kepada masyarakat. Kami tidak ingin kerusuhan, kami tidak ingin anarkis, tapi kami ingin dan kami menuntut kepada negara agar berlaku adil kepada kami juga," tuturnya.

Bachtiar juga mengajak masyarakat memboikot pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan konser tersebut, termasuk melalui pembelian produk yang dinilai mendukung penjajahan. "Karena itu, kami mengajak memboikot siapa pun semua yang menyelenggarakan acara ini," pungkasnya.

Konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour dijadwalkan berlangsung pada Selasa (3/11/2026) pukul 20.00 WIB di JIExpo New Hall, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Topik Menarik